PENGGUNAAN DRONE SEBAGAI SENJATA DALAM KONFLIK BERSENJATA DITINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL

Geovanie, David Greacy (2022) PENGGUNAAN DRONE SEBAGAI SENJATA DALAM KONFLIK BERSENJATA DITINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL. Undergraduate thesis, Universitas Pendidikan Ganesha.

[img] Text (COVER)
1814101045-COVER.pdf

Download (426kB)
[img] Text (ABSTRAK)
1814101045-ABSTRAK.pdf

Download (53kB)
[img] Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
1814101045-BAB 1 PENDAHULUAN.pdf

Download (258kB)
[img] Text (BAB 2 KAJIAN TEORI)
1814101045-BAB 2 KAJIAN TEORI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (288kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3 METODELOGI PENELITIAN)
1814101045-BAB 3 METODELOGI PENELITIAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (77kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN)
1814101045-BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (239kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 5 PENUTUP)
1814101045-BAB 5 PENUTUP.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (53kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
1814101045-DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (197kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
1814101045-LAMPIRAN.pdf

Download (136kB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan (1) untuk mengetahui, dan menganalisis terkait dengan penggunaan drone sebagai senjata dalam konflik bersenjata, serta (2) untuk menganalisis dan mengkaji terkait dengan aturan hukum yang berkaitan dengan penggunaan drone sebagai senjata, jika dikaji dari perspektif Hukum Humaniter Internasional. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian hukum normatif, dengan melakukan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach). Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer, sekunder, dan juga tersier sebagai dasar analisis. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa (1) Penggunaan drone sebagai senjata dalam konflik bersenjata telah menyalahi aturan dasar dari hukum humaniter internasional. Dalam penggunaannya drone sebagai senjata tidak dapat membedakan secara pasti terkait target dan sasaran antara kombatan dan non-kombatan. Selain itu dalam pelaksanaan penggunaannya drone sebagai senjata belum menerapkan prinsip-prinsip dasar dari hukum hukaniter internasional. Kemudian, (2) Penggunaan drone sebagai senjata telah dilakukan tanpa adanya suatu aturan hukum yang memadai mengenai hal ini, Pasal 36 Protokol Tambahan I Tahun 1977 hanya memuat hal yang bersifat umum mengenai perkembangan teknologi persenjataan dan metode berperang, namun tidak secara spesifik mengatur mengenai penggunaan drone. Kekosongan anturan hukum yang secara spesifik dan khusus mengatur mengenai penggunaan drone, yang berkaitan dengan penggunaannya sebagai senjata, hal ini akan membuka peluang yang sangat besar terjadinya penyalahgunaan dan pelanggaran-pelanggaran hukum humaniter internasional. Sehingga penggunaan drone sebagai senjata harus dirumuskan dalam suatu aturan hukum tertentu. Aturan yang khusus dan mengikat diperlukan guna mencegah pelanggaran-pelanggaran yang terjadi dalam penggunaan drone sebagai senjata oleh negara, dan mencegah jatuhnya korban jiwa yang berlebihan dari pihak kombatan, maupun non-kombatan, selain itu agar pemanfaatan drone juga lebih pasti.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Penggunaan drone, Senjata, Hukum humaniter
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial > Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan > Program Studi Ilmu Hukum (S1)
Depositing User: DAVID GREACY GEOVANIE
Date Deposited: 21 Feb 2022 16:04
Last Modified: 21 Feb 2022 16:04
URI: http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/10240

Actions (login required)

View Item View Item