Hubungan Bayi Berat Lahir Rendah dengan Kejadian Hiperbilirubinemia yang Memerlukan Fototerapi pada Neonatus di RSUD Kabupaten Buleleng

Prayogo, Ni Luh Putu Mahadewi Eka Putri (2026) Hubungan Bayi Berat Lahir Rendah dengan Kejadian Hiperbilirubinemia yang Memerlukan Fototerapi pada Neonatus di RSUD Kabupaten Buleleng. Undergraduate thesis, Universitas Pendidikan Ganesha.

[img] Text (COVER)
2218011109-COVER.pdf

Download (441kB)
[img] Text (ABSTRAK)
2218011109-ABSTRAK.pdf

Download (160kB)
[img] Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
2218011109-BAB 1 PENDAHULUAN.pdf

Download (236kB)
[img] Text (BAB 2 KAJIAN TEORI)
2218011109-BAB 2 KAJIAN TEORI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (437kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3 METODELOGI PENELITIAN)
2218011109-BAB 3 METODELOGI PENELITIAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (340kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN)
2218011109-BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (293kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 5 PENUTUP)
2218011109-BAB 5 PENUTUP.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (283kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
2218011109-DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (208kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
2218011109-LAMPIRAN.pdf

Download (974kB)

Abstract

Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) memiliki risiko lebih tinggi mengalami hiperbilirubinemia akibat imaturitas fungsi hati, tingginya laju hemolisis, serta keterbatasan kapasitas pengikatan albumin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara BBLR dengan kejadian hiperbilirubinemia yang memerlukan fototerapi pada neonatus di RSUD Kabupaten Buleleng. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Teknik simple random sampling diterapkan pada seluruh 101 neonatus yang memenuhi kriteria penelitian, dan menghasilkan 47 sampel yang akan dianalisis lebih lanjut pada penelitian ini. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara BBLR dan kebutuhan fototerapi pada neonatus dengan hiperbilirubinemia (p = 0,001). Nilai Odds Ratio sebesar 11,083 (95% CI: 2,132–57,622) mengindikasikan bahwa bayi dengan berat badan lahir rendah memiliki risiko sekitar 11 kali lebih besar untuk memerlukan fototerapi dibandingkan bayi dengan berat badan lahir normal. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa BBLR dapat diidentifikasi sebagai salah satu faktor risiko yang secara signifikan berkontribusi terhadap peningkatan kebutuhan fototerapi pada neonatus dengan hiperbilirubinemia. Penelitian ini menekankan pentingnya skrining ketat dan pemantauan berkelanjutan terhadap neonatus BBLR untuk mencegah terjadinya komplikasi akibat peningkatan kadar bilirubin.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Bayi Berat Lahir Rendah, Hiperbilirubinemia, Fototerapi, Neonatus.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RJ Pediatrics
R Medicine > RJ Pediatrics > RJ101 Child Health. Child health services
Divisions: Fakultas Kedokteran > Program Studi Kedokteran (S1)
Depositing User: Ni Luh Putu Mahadewi Eka Putri Prayogo
Date Deposited: 19 Jan 2026 00:30
Last Modified: 19 Jan 2026 00:30
URI: http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/27616

Actions (login required)

View Item View Item