TABAH, ANGGERAINE WULAN AJI (2026) ANALISIS YURIDIS TERHADAP LEGAL STANDING DALAM PERMOHONAN PAILIT TERHADAP BUMN BERBENTUK PERSERO DITINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM KEPAILITAN INDONESIA DAN SINGAPURA. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA.
|
Text (COVER)
2114101053-COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
2114101053-ABSTRAK.pdf Download (591kB) |
|
|
Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
2114101053-BAB 1 PENDAHULUAN.pdf Download (635kB) |
|
|
Text (BAB 2 KAJIAN TEORI)
2114101053-BAB 2 KAJIAN TEORI.pdf Restricted to Repository staff only Download (629kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3 METODELOGI PENELITIAN)
2114101053-BAB 3 METODELOGI PENELITIAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (553kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN)
2114101053-BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (769kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5 PENUTUP)
2114101053-BAB 5 PENUTUP.pdf Restricted to Repository staff only Download (290kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
2114101053-DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (544kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
2114101053-LAMPIRAN.pdf Download (410kB) |
Abstract
Penelitian ini menelaah konstruksi hukum mengenai legal standing pemohon pailit BUMN Persero dengan menitikberatkan pada perbandingan antara sistem hukum Indonesia dan Singapura. Penelitian ini menjelaskan perbedaan legal standing permohonan pailit BUMN Persero menurut hukum Indonesia dan Singapura, serta bagaimana pertimbangan hakim dalam menentukan legal standing dalam perkara pailit. Penelitian ini membahas perbandingan hukum kepailitan di Indonesia dan Singapura dengan menitikberatkan pada terminologi, syarat kepailitan, serta perlakuan terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hasil penelitian menunjukkan Hukum kepailitan Indonesia dan Singapura memiliki perbedaan mendasar dalam terminologi, syarat kepailitan, dan perlakuan terhadap BUMN. Indonesia menggunakan istilah tunggal “kepailitan” dengan syarat sederhana serta membedakan BUMN Perum dan Persero, sehingga menimbulkan dualisme perlakuan. Sebaliknya, Singapura membedakan istilah bankruptcy untuk individu dan winding up untuk kepailitan perusahaan, menerapkan standar kuantitatif ketidakmampuan finansial, serta menempatkan seluruh perusahaan, termasuk BUMN, dalam rezim yang sama berdasarkan asas commercial solvency tanpa pengecualian. Kasus kepailitan PT Merpati Nusantara Airlines menunjukkan adanya ambiguitas hukum di Indonesia, ketika pengadilan memperluas perlindungan BUMN Persero seolah-olah setara dengan Perum, sehingga mengurangi kepastian hukum dan merugikan kreditur. Singapura melalui Insolvency, Restructuring and Dissolution Act (IRDA) 2018 menegakkan asas persamaan di hadapan hukum, memberi legitimasi jelas kepada pihak-pihak yang dapat mengajukan winding up, dan menegaskan konsistensi berbasis rule of law.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | 1. Legal Standing, 2. Kepailitan, 3. Komparatif |
| Subjects: | K Law > K Law (General) K Law > KZ Law of Nations |
| Divisions: | Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial > Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan > Program Studi Ilmu Hukum (S1) |
| Depositing User: | ANGGERAINE WULAN AJI TABAH |
| Date Deposited: | 09 Feb 2026 03:51 |
| Last Modified: | 09 Feb 2026 03:51 |
| URI: | http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/28022 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
