ANALISIS YURIDIS PUTUSAN PENGADILAN NEGERI TARUTUNG NOMOR 2/PDT.G.S/2021/PN Trt TENTANG SENGKETA WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN ARISAN ONLINE

Adjani, Astri Asmarandani (2026) ANALISIS YURIDIS PUTUSAN PENGADILAN NEGERI TARUTUNG NOMOR 2/PDT.G.S/2021/PN Trt TENTANG SENGKETA WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN ARISAN ONLINE. Undergraduate thesis, Universitas Pendidikan Ganesha.

[img] Text (COVER)
2114101196-COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text (ABSTRAK)
2114101196-ABSTRAK.pdf

Download (254kB)
[img] Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
2114101196-BAB 1 PENDAHULUAN.pdf

Download (285kB)
[img] Text (BAB 2 KAJIAN TEORI)
2114101196-BAB 2 KAJIAN TEORI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (430kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN)
2114101196-BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (218kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN)
2114101196-BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (381kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 5 PENUTUP)
2114101196-BAB 5 PENUTUP.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (220kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
2114101196-DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (263kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
2114101196-LAMPIRAN.pdf

Download (119kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui dan mengkaji karakteristik perjanjian arisan online berdasarkan hukum perjanjian di Indonesia, serta (2) menganalisis dasar pertimbangan hakim dalam Putusan Nomor 2/Pdt.G.S/2021/PN Trt terkait wanprestasi dalam perjanjian arisan online. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konsep, dan kasus. Bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier sebagai dasar analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjanjian arisan online merupakan bentuk kontrak elektronik innominaat yang sah sepanjang memenuhi syarat Pasal 1320 KUHPerdata. Perjanjian ini terwujud melalui kesepakatan lisan atau dokumen digital seperti grup chat dan dokumen elektronik yang diakui sebagai alat bukti sah berdasarkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Mekanisme pembayaran iuran dan pembagian hadiah dilakukan secara elektronik melalui media sosial atau platform keuangan digital sehingga prosesnya efisien dan terekam secara digital. Namun, ketergantungan pada kepercayaan virtual antar anggota menimbulkan risiko wanprestasi jika tidak didukung bukti elektronik yang memadai. Oleh karena itu, transparansi syarat dan ketentuan, kekuatan bukti digital, serta mekanisme penyelesaian sengketa menjadi faktor penting untuk menjamin perlindungan hukum peserta. Dalam Putusan Nomor 2/Pdt.G.S/2021/PN Trt, hakim menilai tergugat telah wanprestasi karena tidak mengembalikan uang dan keuntungan sesuai kesepakatan. Bukti transfer serta kerugian penggugat menjadi dasar pertimbangan hakim dalam menetapkan kewajiban tergugat untuk mengembalikan kerugian yang nyata dan terbukti.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Perjanjian Arisan Online, Wanprestasi, Pertimbangan Hakim, Putusan PN Tarutung No. 2/Pdt.G.S/2021/PN.Trt
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial > Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan > Program Studi Ilmu Hukum (S1)
Depositing User: Astri Asmarandani Adjani
Date Deposited: 10 Feb 2026 07:27
Last Modified: 10 Feb 2026 07:27
URI: http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/28071

Actions (login required)

View Item View Item