Gayatri, Gusti Ayu Dyah (2026) Pengaturan Penjatuhan Pidana Terhadap Pelaku Pembunuhan Berencana Dengan Skizofrenia Paranoid (Studi Kasus Putusan Nomor 150/Pid.B/2024/PN.Jkt.Brt). Undergraduate thesis, Universitas Pendidikan Ganesha.
|
Text (COVER)
2214101097-COVER.pdf Download (480kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
2214101097-ABSTRAK.pdf Download (387kB) |
|
|
Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
2214101097-BAB 1 PENDAHULUAN.pdf Download (534kB) |
|
|
Text (BAB 2 KAJIAN TEORI)
2214101097-BAB 2 KAJIAN TEORI.pdf Restricted to Repository staff only Download (592kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3 METODELOGI PENELITIAN)
2214101097-BAB 3 METODELOGI PENELITIAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (433kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN)
2214101097-BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (830kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5 PENUTUP)
2214101097-BAB 5 PENUTUP.pdf Restricted to Repository staff only Download (409kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
2214101097-DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (418kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
2214101097-LAMPIRAN.pdf Download (233kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan (1) menganalisis putusan hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap pelaku tindak pidana pembunuhan berencana yang menderita skizofrenia paranoid, serta (2) menganalisis implikasi Putusan Nomor 150/Pid.B/2024/PN.Jkt.Brt terhadap perlindungan hak asasi manusia (HAM) terdakwa sebagai penderita gangguan jiwa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan dan putusan pengadilan, bahan hukum sekunder berupa literatur dan hasil penelitian para sarjana, serta bahan hukum tersier sebagai penunjang analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama 16 (enam belas) tahun karena seluruh unsur Pasal 340 KUHP telah terpenuhi, dan majelis hakim berkeyakinan bahwa pada saat melakukan tindak pidana gangguan jiwa terdakwa tidak berada dalam kondisi kambuh sehingga tidak menghapuskan kemampuan pertanggungjawaban pidana terdakwa. Meskipun pertimbangan majelis hakim telah sesuai dengan Pasal 340 KUHP, putusan tersebut belum sepenuhnya mencerminkan keseimbangan antara kepastian hukum dan keadilan substantif, khususnya dalam mempertimbangkan kondisi kesehatan jiwa terdakwa dalam penentuan tujuan pemidanaan. (2) Putusan berimplikasi pada belum optimalnya perlindungan hak atas kesehatan, keadilan, dan rehabilitasi terdakwa sebagai penderita gangguan jiwa sebagaimana dijamin dalam Undang- Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, serta Konvensi Hak Penyandang Disabilitas (CRPD). Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan perlunya pendekatan hukum pidana yang lebih sensitif terhadap kondisi kejiwaan terdakwa guna menjamin perlindungan hak asasi manusia.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pertimbangan Hakim, Skizofrenia Paranoid, Pasal 44 KUHP |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial > Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan > Program Studi Ilmu Hukum (S1) |
| Depositing User: | Gusti Ayu Dyah Gayatri |
| Date Deposited: | 23 Feb 2026 02:43 |
| Last Modified: | 23 Feb 2026 02:43 |
| URI: | http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/28252 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
