IMPLIKASI YURIDIS TAFSIR TERBATAS YANG TAK TERTULIS TERHADAP FRASA DALAM BUNYI PASAL 232 AYAT (3) KUHAP SAAT DITEMUKAN KEJAHATAN BARU YANG DILAKUKAN TERDAKWA

Rahman, Dimas Aditya (2026) IMPLIKASI YURIDIS TAFSIR TERBATAS YANG TAK TERTULIS TERHADAP FRASA DALAM BUNYI PASAL 232 AYAT (3) KUHAP SAAT DITEMUKAN KEJAHATAN BARU YANG DILAKUKAN TERDAKWA. Undergraduate thesis, Universitas Pendidikan Ganesha.

[img] Text (COVER)
2214101088-COVER.pdf

Download (6MB)
[img] Text (ABSTRAK)
2214101088-ABSTRAK.pdf

Download (6MB)
[img] Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
2214101088-BAB 1 PENDAHULUAN.pdf

Download (6MB)
[img] Text (BAB 2 KAJIAN TEORI)
2214101088-BAB 2 KAJIAN TEORI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3 METODELOGI PENELITIAN)
2214101088-BAB 3 METODELOGI PENELITIAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN)
2214101088-BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB) | Request a copy
[img] Text (BAB 5 PENUTUP)
2214101088-BAB 5 PENUTUP.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
2214101088-DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (6MB)
[img] Text (LAMPIRAN)
2214101088-LAMPIRAN.pdf

Download (6MB)

Abstract

Hakim dalam memutus perkara pidana diwajibkan berdasarkan pada dakwaan dan segala sesuatu yang terbukti dalam pemeriksaan di sidang berdasarkan Pasal 232 Ayat (3) KUHAP baru. Tetapi sering ditemukan dalam beberapa putusan bahwa hakim cenderung mengesampingkan frasa segala sesuatu yang terbukti dalam pemeriksaan di sidang dalam kondisi ditemukannya fakta kejahatan baru yang dilakukan oleh terdakwa di luar dakwaan, akibatnya didapatkan ketidakseragaman penafsiran terhadap penerapan frasa pasal tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan masalah kekaburan norma berupa perbedaan penafsiran, pentingnya penulisan secara eksplisit tentang tafsir terbatas dari frasa dalam pasal dan mengetahui implikasi yuridis apa saja yang dapat timbul dari hal-hal tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian yuridis normatif, dengan teknik analisa berupa analisis deskriptif dan preskriptif dalam bentuk kualitatif. Teknik pengumpulan bahan hukum yang digunakan yaitu teknik studi kepustakaan yang bahan hukumnya terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Jenis pendekatan yang digunakan di antaranya pendekatan kasus (case approach) dan pendekatan perundang-undangan (statute Apporoach), yang digunakan dan dilakukan untuk membandingkan, putusan pengadilan dan undang-undang di negara Indonesia. Bentuk rumusan pasal yang jelas dan baik adalah rumusan pasal yang tidak menimbulkan kekaburan norma berupa salah penafsiran dan menuliskan secara eksplisit terkait keberadaan tafsir terbatas yang terkandung dalam frasa atau unsur bunyi pasalnya. Akibat tafsir terbatas yang tidak dituliskan secara eksplisit dan masih adanya ketidakseragaman penafsiran atas frasa atau unsur pasal tersebut, berakhir menimbulkan beberapa implikasi yuridis.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Frasa, Tafsir Terbatas, Fakta Kejahatan Baru
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial > Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan > Program Studi Ilmu Hukum (S1)
Depositing User: Dimas Aditya Rahman
Date Deposited: 10 Jun 2026 01:44
Last Modified: 10 Jun 2026 01:44
URI: http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/29663

Actions (login required)

View Item View Item