Budiadnyana, Kadek Supri (2026) Pengelolaan Keuangan Desa Adat Berbasis Sad Kerthi di Desa Adat Alapsari. Masters thesis, Universitas Pendidikan Ganesha.
|
Text (COVER)
2429141053-COVER.pdf Download (44MB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
2429141053-ABSTRAK.pdf Download (24MB) |
|
|
Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
2429141053-BAB 1 PENDAHULUAN.pdf Download (24MB) |
|
|
Text (BAB 2 KAJIAN TEORI)
2429141053-BAB 2 KAJIAN TEORI.pdf Restricted to Repository staff only Download (24MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3 METODELOGI PENELITIAN)
2429141053-BAB 3 METODELOGI PENELITIAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (24MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN)
2429141053-BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (24MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5 PENUTUP)
2429141053-BAB 5 PENUTUP.pdf Restricted to Repository staff only Download (24MB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
2429141053-DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (24MB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
2429141053-LAMPIRAN.pdf Download (24MB) |
Abstract
Supri Budiadnyana, Kadek (2026), Pengelolaan Keuangan Desa Adat Berbasis Sad Kerthi di Desa Adat Alapsari. Tesis, S2 Akuntansi, Program Pascasarjana, Universitas Pendidikan Ganesha Tesis ini sudah disetujui dan diperiksa oleh Pembimbing I : Dr. Putu Sukma Kurniawan, S.T., M.A. dan Pembimbing II: Dr. I Putu Gede Diatmika, S.E., Ak., M.Si. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pengelolaan keuangan berbasis nilai kearifan lokal Sad Kerthi di Desa Adat Alapsari, Buleleng, melalui sudut pandang teori institusional. Secara khusus, penelitian mengkaji penerapan tiga pilar teori institusional (regulatif, normatif, kognitif-budaya), menganalisis akuntabilitas pengelolaan keuangan berbasis Sad Kerthi, serta mengidentifikasi peluang dan tantangan implementasinya. Urgensi penelitian dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus korupsi dana desa adat di Bali yang mengindikasikan lemahnya akuntabilitas dan transparansi, serta belum optimalnya implementasi Peraturan Gubernur Bali Nomor 2 Tahun 2023. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di Desa Adat Alapsari pada Januari-Maret 2026. Subjek penelitian adalah Prajuru desa adat (Bendesa dan Penyarikan), Sabha Desa, Kertha Desa, dan Krama Desa yang dipilih secara purposif. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif, sedangkan data sekunder berupa dokumen APB Desa Adat, laporan pertanggungjawaban, dan regulasi. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi metode dan member checking. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan pengelolaan keuangan Desa Adat Alapsari mencerminkan implementasi tiga pilar teori institusional secara hibrida: pilar regulatif melalui kepatuhan terhadap Pergub Bali No. 2 Tahun 2023; pilar normatif melalui forum Paruman sebagai mekanisme pengawasan kolektif; serta pilar kognitif-budaya melalui internalisasi enam nilai Sad Kerthi (Atma, Segara, Danu, Wana, Jana, dan Jagat kerthi) dalam seluruh siklus keuangan. Keempat dimensi akuntabilitas Mardiasmo (kejujuran dan hukum, proses, program, kebijakan) berjalan baik, diperkuat fondasi moral-spiritual Sad Kerthi. Novelty penelitian ini adalah ditemukannya mekanisme akuntabilitas tiga dimensi: administratif melalui pelaporan SIKUAT ke pemerintah; sosial melalui Paruman berlapis (Alit, Madia, Agung) sebagai legitimasi kolektif Krama; dan spiritual melalui persembahyangan niskala sebagai pertanggungjawaban kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang mendahului prosedur formal. Keberhasilan implementasi juga didukung karakteristik kelembagaan desa adat (Awig-Awig, Pararem, struktur kuat) dan kepemimpinan Bendesa Adat yang demokratis-partisipatif, visioner, serta transparan. Peluang implementasi didukung regulasi progresif dan nilai komunal Krama, sedangkan tantangan utama adalah keterbatasan kapasitas SDM dan harmonisasi aturan adat dengan regulasi modern. Disimpulkan bahwa nilai Sad Kerthi mampu dioperasionalisasikan dalam setiap tahapan pengelolaan keuangan dan menghasilkan logika institusional hibrida yang kohesif, membentuk akuntabilitas holistik mencakup dimensi administratif, sosial, dan spiritual. Penelitian menyarankan Pemerintah Provinsi Bali menyusun petunjuk teknis operasional kontekstual berbasis praktik baik Desa Adat Alapsari; Prajuru desa adat menyusun SOP tertulis dan memperkuat peran Sabha Desa serta Kertha Desa dalam pengawasan; serta penelitian selanjutnya mengembangkan studi komparatif dan mixed methods untuk hasil lebih komprehensif. Kata Kunci: akuntabilitas, kearifan lokal Bali, pengelolaan keuangan desa adat, Sad Kerthi, teori institusional
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | akuntabilitas, kearifan lokal Bali, pengelolaan keuangan desa adat, Sad Kerthi, teori institusional |
| Subjects: | H Social Sciences > HJ Public Finance |
| Divisions: | Pascasarjana > Program Studi Akuntansi (S2) |
| Depositing User: | Kadek Supri Budiadnyana |
| Date Deposited: | 06 Jul 2026 04:02 |
| Last Modified: | 06 Jul 2026 04:02 |
| URI: | http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/30537 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
