Widyadhana, I Gede Abiyudha (2026) THE COMPARISON OF SWEAR WORDS BETWEEN BALINESE AND SWISS GERMAN. Undergraduate thesis, Universitas Pendidikan Ganesha.
|
Text (COVER)
2212021058-COVER.pdf Download (429kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
2212021058-ABSTRAK.pdf Download (217kB) |
|
|
Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
2212021058-BAB 1.pdf Download (271kB) |
|
|
Text (BAB 2 KAJIAN TEORI)
2212021058-BAB 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (483kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3 METODELOGI)
2212021058-BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (278kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN)
2212021058-BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (649kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5 PENUTUP)
2212021058-BAB 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (237kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
2212021058-DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (238kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
2212021058-LAMPIRAN.pdf Download (888kB) |
Abstract
Penggunaan kata-kata makian banyak dijumpai di kalangan masyarakat dunia dan kerap menimbulkan kesalahpahaman dalam komunikasi lintas budaya, khususnya antara penutur asli Bali dan penutur Swiss German yang kerap berinteraksi di sektor pariwisata Bali. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan persamaan dan perbedaan dari bentuk, fungsi, dan referensi kata makian dalam bahasa Bali dan Swiss German. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain teori deskriptif komparatif dan pendekatan Naturalistic Inquiry. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan enam informan asli dan analisis dokumen berupa tesis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan adanya persamaan dan perbedaan signifikan dalam Bahasa Bali dan Swiss German dalam (1) bentuk kata, (2) bentuk frasa, (3) bentuk klausa. Kedua bahasa sama-sama menggunakan bentuk monomorfemik dan polimorfemik. Namun, perbedaan budaya memengaruhi penerimaan sosial dan konteks penggunaan kata-kata makian dalam kehidupan sehari hari. Fungsi dari kata makian mengacu pada (1) ekspresi emosi, (2) menarik perhatian, (3) penekanan, (4) provokasi, (5) ikatan sosial, dan (6) humor. Referensi dari kata makian tersebut berfokus pada (a) agama, (b) jenis kelamin, (c) kotoran, (d) istilah hewan, (e) latar belakang pribadi, (f) penyakit mental, dan (g) aktivitas seksual. Penelitian ini merekomendasikan adanya pelatihan komunikasi bahasa budaya yang sensitif bagi pelaku pariwisata dan pengembangan riset lebih lanjut dalam kajian sosiolinguistik lintas budaya.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | swear words, Balinese, Swiss German, forms, functions, references |
| Subjects: | P Language and Literature > P Philology. Linguistics |
| Divisions: | Fakultas Bahasa dan Seni > Jurusan Bahasa Asing > Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (S1) |
| Depositing User: | I GEDE ABIYUDHA WIDYADHANA |
| Date Deposited: | 11 Jul 2026 03:20 |
| Last Modified: | 11 Jul 2026 03:20 |
| URI: | http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/30743 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
