Widanankara, I Putu Diva (2002) SKRIPSI KOLABORASI MASYARAKAT PESISIR PADA TRADISI PETIK LAUT DI DESA CANDIKUSUMA SEBAGAI SUPLEMEN PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA. Undergraduate thesis, Universitas Pendidikan Ganesha.
|
Text (COVER)
2014021012-COVER (1).pdf Download (415kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
2014021012-ABSTRAK.pdf Download (131kB) |
|
|
Text (BAB I PENDAHULUAN)
2014021012-BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (224kB) |
|
|
Text (BAB II KAJIAN TEORI)
2014021012-BAB II KAJIAN TEORI.pdf Restricted to Repository staff only Download (269kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB III METODELOGI PENELITIAN)
2014021012-BAB III METODELOGI PENELITIAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (196kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN)
2014021012-BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB V PENUTUP)
014021012-BAB V PENUTUP.pdf Restricted to Repository staff only Download (159kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
2014021012-DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (170kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
2014021012-LAMPIRAN.pdf Download (1MB) |
Abstract
ABSTRAK: Studi penelitian yang terlaksana dalam kesempatan ini memiliki tujuan untuk membantu dalam mengetahui bagaimana latar belakang masyarakat pesisir Desa Candikusuma dalam melakukan tradisi petik laut, bentuk-bentuk kolaborasi tradisi petik laut di Desa Candikusuma, dan juga sekaligus aspek-aspek pendidikan karakter yang dapat digunakan untuk membantu dalam proses pengembangan suplemen pembelajaran sejarah yang terlaksana di SMA. Studi penelitian ini mempergunakan penelitian kualitatif dengan memutuskan memilih metode deskriptif. Informan yang memberikan dukungan atas hasil temuan ini ditentukan dengan cara melalui snowball sampling, dimana pada akhirnya diputuskan untuk menggunakan informan yang merujuk pada pihak Perbekel Desa Candikusuma, Kepala Lingkungan Banjar Tirtakusuma, ketua panitia petik laut, perwakilan tokoh agama Hindu, dan para perwakilan sebagai tokoh agama Islam, serta juga mencakup para perwakilan tokoh agama Kristen. Data yang dipergunakan dalam membahas hasil temuan ini, maka dicari dan dikumpulkan melalui beberapa cara baik lewat metode wawancara, observasi, dan bahkan didukung oleh dokumentasi. Hasil studi penelitian ini memberikan penjelasan bahwa latar belakang digelarnya kegiatan tradisi petik laut diketahui sebagai bangian bentuk ungkapan rasa syukur yang dihadapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas perolehan hasil laut yang melimpah, sekaligus juga digunakan sebagai cara untuk memohon keselamatan, dan keberkahan, serta juga kelancaran dalam menjalankan pekerjaan sebagai nelayan. Bentuk-bentuk atas terjadinya kolaborasi dalam melakukan kegiatan tradisi petik laut, maka tampak dari adanya partisipasi yang secara aktif dari kalangan masyarakat yang memiliki pekerjaan sebagai nelayan dalam tiap-tiap proses tahapan kegiatannya, mulai dari melakukan persiapan hingga sampai dengan pelaksanaan inti yang dilakukan oleh tiga umat agama (Hindu, Islam, dan Kristen), sehingga dari kegiatan ini tampak adanya sikap saling memberikan torelansi. Dengan demikian, maka pelaksanaan tradisi ini dinilai menjadi bukti secara nyata adanya kesinambungan atas nilai dan praktik budaya yang diwariskan secara langsung secara turun temurun, sehingga mampu untuk selanjutnya dipergunakan sebagai sumber belajar sejarah lokal yang bersifat kontekstual dan relevan dengan kehidupan para peserta didik. Kata - kata Kunci : Desa Candikusuma, Kolaborasi Masyarakat Pesisir, Tradisi Petik Laut, Suplemen Pembelajaran Sejarah. ABSTRACT: This study aims to examine the background of the *petik laut* (sea offering) tradition among the coastal community of Candikusuma Village, the forms of collaboration involved in the tradition, and the character education aspects that can inform the development of history learning supplements for high school education. A qualitative research approach using a descriptive method was employed. Informants were selected via snowball sampling, ultimately including the Candikusuma Village Head (*Perbekel*), the Head of the Banjar Tirtakusuma neighborhood, the *petik laut* committee chair, and representatives from Hindu, Muslim, and Christian religious communities. Data were gathered through interviews, observation, and documentation. The study reveals that the *petik laut* tradition serves as an expression of gratitude to God Almighty for abundant marine harvests; it is also a means to seek safety and blessings, and to facilitate the fishermen's work. Collaborative elements are evident in the active participation of the fishing community across all stages—from preparation to the main event—involving Hindu, Muslim, and Christian communities, thereby demonstrating a spirit of mutual tolerance. Consequently, the tradition stands as tangible proof of the continuity of cultural values and practices passed down through generations, making it a valuable resource for local history learning that is both contextual and relevant to students' lives. Keywords : Candikusuma Village, Coastal Community Collaboration, *Petik Laut* Tradition, History Learning Supplement.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata - kata Kunci : Desa Candikusuma, Kolaborasi Masyarakat Pesisir, Tradisi Petik Laut, Suplemen Pembelajaran Sejarah. |
| Subjects: | H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform |
| Divisions: | Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial > Jurusan Sejarah Sosiologi dan Perpustakaan > Program Studi Pendidikan Sejarah (S1) |
| Depositing User: | I PUTU DIVA WIDANANKARA |
| Date Deposited: | 14 Jul 2026 04:19 |
| Last Modified: | 14 Jul 2026 04:19 |
| URI: | http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/30862 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
