Randitha, Kadek Ardi Arya (2026) “BROKEN MARRIAGE” SEBAGAI DOKTRIN YANG MELANDASI ALASAN TERJADINYA PERCERAIAN DI INDONESIA (STUDI PUTUSAN PERKARA NOMOR 525/PDT.G/2021/PN.SGR). Undergraduate thesis, Universitas Pendidikan Ganesha.
|
Text (COVER)
1914101068-COVER.pdf Download (637kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
1914101068-ABSTRAK.pdf Download (436kB) |
|
|
Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
1914101068-BAB 1 PENDAHULUAN.pdf Download (428kB) |
|
|
Text (BAB 2 KAJIAN TEORI)
1914101068-BAB 2 KAJIAN TEORI.pdf Restricted to Repository staff only Download (661kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3 METODELOGI PENELITIAN)
1914101068-BAB 3 METODELOGI PENILITIAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (399kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN)
1914101068-BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (531kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5 PENUTUP)
1914101068-BAB 5 PENUTUP.pdf Restricted to Repository staff only Download (383kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
1914101068-DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (413kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
1914101068-LAMPIRAN.pdf Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan doktrin broken marriage digunakan sebagai alasan perceraian sebagaimana ketentuan Pasal 39 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, serta mengkaji interpretasi hakim dalam Putusan Nomor 525/Pdt.G/2021/PN.Sgr yang menjadi objek studi. Walaupun istilah broken marriage tidak tercantum secara tegas dalam peraturan perundang-undangan Indonesia, prinsipnya telah tersirat dalam ketentuan bahwa perceraian hanya dibolehkan jika pasangan suami-istri tidak lagi mampu menjalani kehidupan rumah tangga secara harmonis. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Data dikumpulkan melalui studi pustaka terhadap literatur hukum dan dokumen putusan pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam praktik yudisial, khususnya dalam Putusan Nomor 525/Pdt.G/2021/PN.Sgr, hakim secara implisit menggunakan pendekatan doktrin broken marriage dalam mempertimbangkan permohonan perceraian. Hakim menilai bahwa hubungan rumah tangga para pihak telah mengalami keretakan mendalam dan tidak mungkin dipulihkan, sehingga perceraian merupakan langkah hukum yang sah dan tepat. Analisis yuridis terhadap putusan tersebut memperlihatkan adanya penguatan terhadap konsep no-fault divorce dalam sistem hukum Indonesia, meskipun belum diakomodasi secara eksplisit dalam undang-undang. Penelitian ini merekomendasikan agar doktrin broken marriage mendapat legitimasi hukum yang lebih kuat melalui pembaruan norma dan penyusunan pedoman teknis bagi hakim dalam menilai keretakan rumah tangga secara objektif.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perceraian, Doktrin Broken Marriage, Interpretasi Hakim |
| Subjects: | K Law > K Law (General) K Law > KZ Law of Nations |
| Divisions: | Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial > Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan > Program Studi Ilmu Hukum (S1) |
| Depositing User: | Kadek Ardi Arya Randitha |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 03:39 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 03:39 |
| URI: | http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/31221 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
