TATA KELOLA PEMERINTAHAN DESA BAKTISERAGA SEBAGAI BEST PRACTICE GOOD GOVERNANCE DI KABUPATEN BULELENG

Pratama, Kadek Dwinda Yudha (2026) TATA KELOLA PEMERINTAHAN DESA BAKTISERAGA SEBAGAI BEST PRACTICE GOOD GOVERNANCE DI KABUPATEN BULELENG. Masters thesis, Universitas Pendidikan Ganesha.

[img] Text (2429131027_COVER)
2429131027_Cover.pdf

Download (14MB)
[img] Text (2429131027_ABSTRAK)
2429131027_Abstrak.pdf

Download (14MB)
[img] Text (2429131027_BAB 1 PENDAHULUAN)
2429131027_Bab 1 Pendahuluan.pdf

Download (14MB)
[img] Text (2429131027_BAB 2 KAJIAN TEORI)
2429131027_Bab 2 Kajian Teori.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (14MB) | Request a copy
[img] Text (2429131027_BAB 3 METODELOGI PENELITIAN)
2429131027_Bab 3 Metodelogi Penelitian.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (14MB) | Request a copy
[img] Text (2429131027_BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN)
2429131027_Bab 4 Hasil dan Pembahasan.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (14MB) | Request a copy
[img] Text (2429131027_BAB 5 PENUTUP)
2429131027_Bab 5 Penutup.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (14MB) | Request a copy
[img] Text (2429131027_DAFTAR PUSTAKA)
2429131027_Daftar Pustaka.pdf

Download (14MB)
[img] Text (2429131027_LAMPIRAN)
2429131027_Lampiran.pdf

Download (14MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif model tata kelola pemerintahan di Desa Baktiseraga sebagai best practice penerapan good governance di Kabupaten Buleleng. Secara spesifik, kajian ini mengeksplorasi penerapan prinsip-prinsip good governance, mengevaluasi kapasitas tata kelola berdasarkan Governance Capacity Framework (GCF), mengidentifikasi hambatan implementasi, serta merumuskan upaya pemerintah desa dalam mengatasi hambatan tersebut. Penelitian kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus ini dilaksanakan di Desa Baktiseraga, Kabupaten Buleleng. Subjek penelitian terdiri atas 15 informan yang dipilih melalui purposive sampling berbasis model unsur Pentahelix. Sumber data primer dan sekunder dikumpulkan menggunakan wawancara mendalam semi- terstruktur, observasi non-partisipan, studi dokumentasi, serta survei daring. Instrumen penelitian disusun merujuk pada 27 indikator GCF dengan keabsahan data (trustworthiness) yang dipastikan melalui triangulasi sumber, member checking, uji kredibilitas, keteralihan, kebergantungan, dan kepastian. Analisis data dioperasikan melalui model interaktif yang mencakup tahapan reduksi data (coding), penyajian data, dan penarikan simpulan secara berulang hingga mencapai saturasi data. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa tata kelola Desa Baktiseraga telah diterapkan secara optimal berlandaskan prinsip good governance, yang secara kuat ditopang oleh transparansi dialogis, partisipasi sukarela masyarakat (ngayah), dan responsivitas birokrasi digital (agile bureaucracy). Namun demikian, implementasi ini masih menghadapi hambatan berupa sindrom one-man show pada figur pimpinan, beban kerja ganda aparatur, dan disrupsi konsumsi informasi publik. Sebagai saran, pemerintah desa direkomendasikan untuk segera mengodifikasi inovasi tata kelola digital ke dalam instrumen hukum Peraturan Desa (Perdes), mengembangkan dashboard pemantauan real-time, menata pembagian tugas layanan digital, serta memperkuat kapasitas tokoh masyarakat sebagai agen kolaboratif penggerak swadaya.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Baktiseraga, GCF, Governance, Pentahelix, Transparansi
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Pascasarjana > Program Studi Ilmu Manajemen (S2)
Depositing User: Kadek Dwinda Yudha Pratama
Date Deposited: 24 Jul 2026 06:42
Last Modified: 24 Jul 2026 06:42
URI: http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/31415

Actions (login required)

View Item View Item