KARAKTERISASI KOMUNITAS BAKTERI DALAM PENENTUAN STATUS KUALITAS AIR PADA KAWASAN KERAMBA JARING APUNG

Hapsari, Ni Komang Tri (2026) KARAKTERISASI KOMUNITAS BAKTERI DALAM PENENTUAN STATUS KUALITAS AIR PADA KAWASAN KERAMBA JARING APUNG. Undergraduate thesis, Universitas Pendidikan Ganesha.

[img] Text (COVER)
2213111003-COVER.pdf

Download (895kB)
[img] Text (ABSTRAK)
2213111003-ABSTRAK.pdf

Download (184kB)
[img] Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
2213111003-BAB 1 PENDAHULUAN.pdf

Download (318kB)
[img] Text (BAB 2 KAJIAN TEORI)
2213111003-BAB 2 KAJIAN TEORI .pdf
Restricted to Repository staff only

Download (573kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3 METODELOGI PENELITIAN)
2213111003-BAB 3 METODELOGI PENELITIAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (444kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN)
2213111003-BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (816kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 5 PENUTUP)
2213111003-BAB 5 PENUTUP.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (310kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
2213111003-DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (370kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
2213111003-LAMPIRAN.pdf

Download (675kB)

Abstract

Aktivitas budidaya perikanan dengan sistem Keramba Jaring Apung (KJA) di Desa Sumberkima, Bali, menghasilkan limbah organik yang berpotensi memengaruhi daya dukung lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik komunitas bakteri bioindikator (Vibrio sp. dan Pseudomonas sp.), mengevaluasi pengaruh kualitas air terhadap distribusinya, dan menentukan status mutu perairan berdasarkan parameter biologi dan fisik-kimia. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling di enam stasiun pada musim kemarau dan penghujan. Analisis data menggunakan Indeks Pencemaran (IP), Indeks Keragaman Shannon-Wiener (H′), serta Principal Component Analysis (PCA). Hasil penelitian menunjukkan komunitas bakteri didominasi oleh genus Vibrio (44,1%) dan Pseudomonas (38,2%–41,9%), dengan kelimpahan tertinggi ditemukan di area outlet tambak dan zona inti KJA. Kondisi kualitas air secara signifikan memengaruhi struktur komunitas bakteri, di mana pada musim kemarau terjadi fenomena overgrowth Vibrio yang dipicu oleh peningkatan beban nutrien Amonia (0,04 mg/L) dan Nitrat (0,013 mg/L). Berdasarkan metode IP, status mutu perairan secara umum berada pada kategori “Tercemar Ringan” (IP 0,94 – 1,28). Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun tingkat pencemaran masih berada dalam batas asimilasi moderat, namun proliferasi bakteri oportunistik menunjukkan adanya tekanan ekologis awal yang dapat meningkatkan risiko wabah vibriosis. Diperlukan langkah mitigasi berupa manajemen pemberian pakan yang efisien dan pemantauan mikrobiologis secara berkala untuk menjaga keberlanjutan sektor akuakultur di wilayah tersebut

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Vibrio, Pseudomonas, Kualitas Air, Indeks Pencemaran, KJA, Sumberkima
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Jurusan Biologi dan Perikanan Kelautan > Program Studi Akuakultur (S1)
Depositing User: Ni Komang Tri Hapsari
Date Deposited: 06 Aug 2026 12:04
Last Modified: 06 Aug 2026 12:04
URI: http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/32122

Actions (login required)

View Item View Item