MENGUNGKAP MAKNA SANGKEPAN SEBAGAI MEKANISME AKUNTABILITAS DALAM PELAPORAN KINERJA KEUANGAN DI LPD DESA ADAT BANYUASRI

Putri, Putu Anggi Riani Putri (2026) MENGUNGKAP MAKNA SANGKEPAN SEBAGAI MEKANISME AKUNTABILITAS DALAM PELAPORAN KINERJA KEUANGAN DI LPD DESA ADAT BANYUASRI. Undergraduate thesis, Universitas Pendidikan Ganesha.

[img] Text (COVER)
1917051172-COVER.pdf

Download (99MB)
[img] Text (ABSTRAK)
1917051172-ABSTRAK.pdf

Download (24MB)
[img] Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
1917051172-PENDAHULUAN.pdf

Download (83MB)
[img] Text (BAB 2 KAJIAN TEORI)
1917051172-KAJIAN TEORI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (17MB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3 METODE PENELITIAN)
1917051172-METODE PENELITIAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (33MB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN)
1917051172-HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (50MB) | Request a copy
[img] Text (BAB 5 PENUTUP)
1917051172-PENUTUP.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (24MB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
1917051172-DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (33MB)
[img] Text (LAMPIRAN)
1917051172-LAMPIRAN.pdf

Download (42MB)

Abstract

Lembaga Perkreditan Desa (LPD) mengelola sumber daya ekonomi yang bersumber dari dan ditujukan bagi kepentingan masyarakat desa adat, sehingga pengelolaannya memerlukan pertanggungjawaban yang dapat dipahami oleh krama desa. Penelitian ini bertujuan mengungkap pelaksanaan serta makna sangkepan sebagai mekanisme akuntabilitas keuangan pada LPD Desa Adat Banyuasri ditinjau dari teori stewardship dan nilai-nilai Tri Hita Karana. Penelitian ini mengaplikasikan pendekatan kualitatif yang dipadukan dengan desain studi kasus interpretif. Data bersumber dari wawancara dengan Ketua LPD dan Sekretaris Desa Adat yang dapat ditelusuri dalam lampiran, observasi pelaksanaan sangkepan, serta dokumentasi laporan keuangan dan kegiatan. Data dianalisis melalui transkripsi, kondensasi data, pengodean, pengelompokan kategori, penyajian tema, dan penarikan simpulan dengan pengecekan silang antarsumber dan antarmetode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sangkepan berlangsung melalui tahap persiapan, pembukaan, inti, dan penutup. Pada tahap inti, pengelola LPD menyampaikan kondisi dan hasil usaha secara lisan serta tertulis kepada prajuru dan krama, memberikan penjelasan, menerima pertanyaan dan saran, serta membahas permasalahan dan tindak lanjut melalui musyawarah. Proses tersebut memenuhi unsur hubungan akuntabilitas karena terdapat pihak yang menerima amanah, forum penerima pertanggungjawaban, informasi yang disampaikan, kesempatan meminta penjelasan, evaluasi komunal, dan keputusan bersama. Dalam perspektif stewardship, pengelola LPD dimaknai sebagai pihak yang mengelola amanah untuk kepentingan kolektif dan menjaga kepercayaan masyarakat. Nilai parahyangan tampak pada doa dan sarana upacara, pawongan pada dialog, kebersamaan, dan musyawarah, sedangkan palemahan hanya didukung secara terbatas oleh praktik menjaga kebersihan dan ruang pertemuan. Dengan demikian, sangkepan dimaknai sebagai mekanisme akuntabilitas keuangan berbasis adat yang mengintegrasikan pelaporan, penjelasan, partisipasi, dan nilai budaya dalam satu forum pertanggungjawaban langsung.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: akuntabilitas keuangan, Lembaga Perkreditan Desa, sangkepan, stewardship, Tri Hita Karana.
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
H Social Sciences > HG Finance
Divisions: Fakultas Ekonomi > Jurusan Ekonomi dan Akutansi > Program Studi Akuntansi (S1)
Depositing User: Putu Anggi Riani Putri
Date Deposited: 10 Aug 2026 09:29
Last Modified: 10 Aug 2026 09:29
URI: http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/32431

Actions (login required)

View Item View Item