Putra, Putu Aditya Maesa (2026) A COMPARATIVE ANALYSIS OF SWEAR WORDSBETWEEN BALINESE AND FRENCH SPEAKERS. Undergraduate thesis, Universitas Pendidikan Ganesha.
|
Text (COVER)
2212021149-COVER.pdf Download (519kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
2212021149-ABSTRAK.pdf Download (126kB) |
|
|
Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
2212021149-BAB 1 PENDAHULUAN.pdf Download (4MB) |
|
|
Text (BAB 2 KAJIAN TEORI)
2212021149-BAB 2 KAJIAN TEORI.pdf Restricted to Repository staff only Download (7MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3 METODELOGI PENELITIAN)
2212021149-BAB 3 METODELOGI PENELITIAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN)
2212021149-BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (19MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5 PENUTUP)
2212021149-BAB 5 PENUTUP.pdf Restricted to Repository staff only Download (153kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
2212021149-DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (155kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
2212021149-LAMPIRAN.pdf Download (492kB) |
Abstract
Kata-kata makian umum digunakan di seluruh dunia dan dapat menyebabkan kesalahpahaman dalam komunikasi lintas budaya, terutama antara penutur asli Bali dan penutur bahasa Prancis yang sering berinteraksi di sektor pariwisata Bali. Studi ini meneliti kata-kata makian yang digunakan oleh penutur bahasa Bali dan Prancis, seiring meningkatnya interaksi lintas budaya. Dengan pendekatan komparatif kualitatif, studi ini mengumpulkan data melalui wawancara dengan tiga penutur Bali dan tiga penutur Prancis, didukung oleh analisis dokumen sekunder di Universitas Pendidikan Ganesha. Hasilnya menunjukkan bahwa kata makian muncul dalam bentuk (1) kata, (2) frasa, dan (3) klausa dalam kedua bahasa. Penutur Bali sering menggunakan kombinasi prefiks dan sufiks yang kompleks, sementara penutur Prancis lebih mengandalkan sufiksasi dan struktur preposisional. Enam fungsi utama diidentifikasi: (1) mengekspresikan emosi, (2) menarik perhatian, (3) penekanan, (4) agresi, (5) ikatan sosial, dan (6) humor. Kata makian dalam budaya Bali bersifat lebih langsung dan diatur secara sosial, sedangkan dalam bahasa Prancis, kata makian berfungsi sebagai katarsis atau pelepasan emosi. Kedua bahasa merujuk pada (1) referensi keagamaan, (2) seks dan gender, (3) istilah tinja, (4) hinaan berbasis hewan, (5) tindakan seksual, (6) masalah pribadi, dan (7) penyakit mental. Namun, dalam budaya Bali, unsur supernatural dan tabu leluhur turut diintegrasikan, mencerminkan kepercayaan lokal, sementara bahasa Prancis menggunakan kata makian yang bersifat sekuler. Secara keseluruhan, struktur dan penggunaan pragmatik kata makian sangat terkait dengan konteks budaya. Penelitian ini berkontribusi pada sosiolinguistik dan pragmatik lintas budaya serta memberikan wawasan praktis bagi pendidik, pekerja perhotelan, dan wisatawan di Bali.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | kata-kata makian, Bahasa Bali, Bahasa Prancis, bentuk, fungsi, referensi |
| Subjects: | P Language and Literature > P Philology. Linguistics |
| Divisions: | Fakultas Bahasa dan Seni > Jurusan Bahasa Asing > Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (S1) |
| Depositing User: | Putu Aditya Maesa Putra |
| Date Deposited: | 28 Oct 2026 04:07 |
| Last Modified: | 28 Oct 2026 04:07 |
| URI: | http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/33025 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
