TUTURAN PENGHINAAN YANG DIBERITAKAN MEDIA DARING: TINJAUAN LINGUISTIK FORENSIK

Wiastra, I Gede Gita (2019) TUTURAN PENGHINAAN YANG DIBERITAKAN MEDIA DARING: TINJAUAN LINGUISTIK FORENSIK. Masters thesis, Universitas Pendidikan Ganesha.

[img] Text (COVER)
1529011001-COVER.pdf

Download (2MB)
[img] Text (ABSTRAK)
1529011001-ABSTRAK.pdf

Download (207kB)
[img] Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
1529011001-BAB 1 PENDAHULUAN.pdf

Download (444kB)
[img] Text (BAB 2 KAJIAN TEORI)
1529011001-BAB 2 KAJIAN TEORI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (535kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3 METODELOGI PENELITIAN)
1529011001-BAB 3 METODELOGI PENELITIAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (479kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN)
1529011001-BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (BAB 5 PENUTUP)
1529011001-BAB 5 PENUTUP.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (173kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
1529011001-DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (431kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
1529011001-LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) kemunculan tuturan penghinaan yang diberitakan media daring, (2) penyebab tuturan diadukan sebagai delik penghinaan, dan (3) dimensi tindak pidana tuturan penghinaan yang diberitakan media daring dari segi Linguistik Forensik. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif. Data berupa tuturan berbahasa Indonesia yang dijadikan barang bukti hukum. Berita media massa daring yang memuat narasi (keterangan) aduan delik penghinaan sepanjang tahun 2016, meliputi pihak yang beperkara, barang bukti, kronologi perkara (peristiwa tutur), perundangan, status perkara, dan alasan mengadu dijadikan sumber data. Data dikumpulkan dengan metode dokumentasi. Hasil penelitian ini meliputi tiga hal. Pertama, tuturan penghinaan yang diberitakan media daring muncul dari proses sosial tindak berbahasa berupa argumen, penceritaan, penggambaran, penjelasan, dan perintah. Kedua, tuturan diadukan sebagai delik penghinaan karena mengandung efek perlokusi yang dirasakan menyerang keinginan wajah (face want) pihak tertentu. Efek itu muncul karena tuturan mengandung informasi tentang keburukan, kekurangan, kelemahan, dan kecurangan pihak tertentu, menggunaan gaya bahasa mengandung pilihan kata bernilai rasa kasar, dan disampaikan melalui saluran yang dapat didengar/dibaca/diakses oleh publik. Ketiga, tuturan yang terkategori sebagai penghinaan berisi informasi tentang atribut negatif pihak tertentu, seperti penjilat, penakut, curang. Tindakan penghinaan dilakukan dengan mengevaluasi wujud fisik atau sifat seseorang ke dalam kategori negatif/rendah, seperti cupu, wagu, kampungan, tolol. Tuturan valid berdimensi pidana bila disampaikan dengan sengaja, tanpa hak, dan disiarkan dengan niat menyerang wajah seseorang. Dari 30 tuturan yang dianalisis, 15 di antaranya laik dinyatakan berdimensi pidana penghinaan. Simpulan penelitian ini adalah studi Linguistik dapat menjelaskan berbagai fenomena bahasa, tidak terkecuali aktivitas berbahasa yang berdampak hukum. Pendekatan penggunaan bahasa dapat mengungkap berbagai aspek terkait tuturan sebagai barang bukti hukum. Peneliti lain dapat menggunakan pendekatan ini untuk mengkaji barang bukti delik verbal lainnya, seperti ujaran kebencian atau pengancaman.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: linguistik forensik, penggunaan bahasa, penghinaan
Subjects: K Law > K Law (General)
K Law > KZ Law of Nations
P Language and Literature > PL Languages and literatures of Eastern Asia, Africa, Oceania
Divisions: Pascasarjana > Program Studi Pendidikan Bahasa (S2)
Depositing User: I GEDE GITA WIASTRA
Date Deposited: 23 Oct 2019 06:58
Last Modified: 23 Oct 2019 06:58
URI: http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/393

Actions (login required)

View Item View Item