Dewi, Merly Purnama (2026) Hubungan Kadar Serum Vitamin D dengan Tingkat Keparahan Akne Vulgaris pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Ganesha. Undergraduate thesis, Universitas Pendidikan Ganesha.
|
Text (COVER)
2218011089-COVER.pdf Download (827kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
2218011089-ABSTRAK.pdf Download (274kB) |
|
|
Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
2218011089-BAB 1 PENDAHULUAN.pdf Download (355kB) |
|
|
Text (KAJIAN TEORI)
2218011089-BAB 2 KAJIAN TEORI.pdf Restricted to Repository staff only Download (855kB) | Request a copy |
|
|
Text (METODELOGI PENELITIAN)
2218011089-BAB 3 METODELOGI PENELITIAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (454kB) | Request a copy |
|
|
Text (HASIL DAN PEMBAHASAN)
2218011089-BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (474kB) | Request a copy |
|
|
Text (PENUTUP)
2218011089-BAB 5 PENUTUP.pdf Restricted to Repository staff only Download (308kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
2218011089-DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (355kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
2218011089-LAMPIRAN.pdf Download (1MB) |
Abstract
Beberapa tahun terakhir, vitamin D diketahui berperan penting dalam proses imunomodulasi dan antiinflamasi yang dapat memengaruhi patogenesis akne vulgaris. Hasil penelitian sebelumnya mengenai hubungan kadar serum vitamin D dengan tingkat keparahan akne masih menunjukkan perbedaan temuan. Di sisi lain, prevalensi akne vulgaris di kalangan mahasiswi kedokteran cukup tinggi dan dapat menimbulkan dampak psikologis maupun penurunan kualitas hidup. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kadar serum vitamin D dan tingkat keparahan akne vulgaris pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Ganesha. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional pada 32 mahasiswi yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Penilaian tingkat keparahan akne dilakukan oleh dokter spesialis kulit dan kelamin menggunakan Global Acne Grading System (GAGS), sedangkan kadar serum vitamin D diukur dengan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Analisis data menggunakan uji korelasi Rank-Spearman menunjukkan nilai ρ = 0,3 dengan p = 0,09 (p > 0,05) dan 95% Confidence Interval (CI) = –0,06 hingga 0,6, yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara kadar serum vitamin D dengan tingkat keparahan akne vulgaris pada penelitian ini. Arah korelasi positif lemah menunjukkan bahwa peningkatan kadar vitamin D tidak selalu diikuti dengan penurunan tingkat keparahan akne, faktor eksternal seperti penggunaan tabir surya dan keterbatasan responden.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | vitamin D, akne vulgaris, kadar serum, tingkat keparahan |
| Subjects: | R Medicine > RL Dermatology |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > Program Studi Kedokteran (S1) |
| Depositing User: | Merly Purnama Dewi |
| Date Deposited: | 13 Jan 2026 23:59 |
| Last Modified: | 13 Jan 2026 23:59 |
| URI: | http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/27541 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
