Astawa, I Made Ari Putra (2026) Kontribusi HbA1c dan Indeks Massa Tubuh Terhadap Kejadian Diabetic Sensorimotor Polyneuropathy di RSUD Sanjiwani Kabupaten Gianyar. Undergraduate thesis, Universitas Pendidikan Ganesha.
|
Text (COVER)
2218011010-COVER.pdf Download (600kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
2218011010-ABSTRAK.pdf Download (34kB) |
|
|
Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
2218011010-BAB 1 PENDAHULUAN.pdf Download (129kB) |
|
|
Text (BAB 2 KAJIAN TEORI)
2218011010-BAB 2 KAJIAN TEORI.pdf Restricted to Repository staff only Download (417kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3 METODELOGI PENELITIAN)
2218011010-BAB 3 METODELOGI PENELITIAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (282kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4 HASIL PENELITIAN)
2218011010-BAB 4 HASIL PENELITIAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (330kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5 PEMBAHASAN)
2218011010-BAB 5 PEMBAHASAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (252kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 6 PENUTUP)
2218011010-BAB 6 PENUTUP.pdf Restricted to Repository staff only Download (107kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
2218011010-DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (230kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
2218011010-LAMPIRAN.pdf Download (1MB) |
Abstract
Diabetes Melitus (DM) adalah gangguan metabolik kronis dengan prevalensi global yang terus meningkat, menyebabkan beban komplikasi yang signifikan. Salah satu komplikasi mikrovaskular yang paling umum adalah Diabetic Sensorimotor Polyneuropathy (DSPN), dengan prevalensi mencapai 61,11% pada pasien DM di RSUD Sanjiwani. Kontrol glikemik yang buruk (HbA1c) dan Indeks Massa Tubuh (IMT) yang berlebihan telah lama diidentifikasi sebagai faktor risiko utama. Namun, kontribusi relatif dan dominasi keduanya secara simultan dalam memicu DSPN memerlukan kajian yang mendalam, terutama karena jalur patofisiologis IMT (inflamasi dan dislipidemia) bersifat independen dari glikemia. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi HbA1c dan IMT terhadap kejadian DSPN. Penelitian cross-sectional ini melibatkan 90 pasien DM Tipe 2 di RSUD Sanjiwani dengan pengambilan data retrospektif dari rekam medis elektronik. Data HbA1c dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan IMT dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman terhadap kejadian DSPN. Kemudian dilanjutkan dengan uji Regresi Logistik Biner dalam analisis multivariat untuk menentukan kontribusi relatif dan Adjusted Odds Ratio (AOR). Berdasarkan rekam medis, prevalensi DM di Poli Interna RSUD Sanjiwani adalah 18,29%, dengan DSPN ditemukan pada 61,11% sampel. Secara bivariat, HbA1c dan IMT berhubungan signifikan dengan DSPN. Analisis multivariat menunjukkan bahwa HbA1c dan IMT secara kolektif menjelaskan 44,3% variasi faktor risiko DSPN. Kontributor risiko paling dominan adalah IMT kategori overweight (AOR = 30,340), jauh melampaui HbA1c tidak terkendali (AOR = 13,361). Temuan ini menegaskan bahwa faktor metabolik non-glikemik (IMT) memiliki peran patofisiologis independen yang lebih besar daripada hiperglikemia. Pengendalian IMT pada kategori overweight harus diutamakan sebagai strategi pencegahan DSPN, sejalan dengan manajemen ketat HbA1c.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | HbA1c, Indeks Massa Tubuh, Neuropati Diabetik. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RC Internal medicine |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > Program Studi Kedokteran (S1) |
| Depositing User: | I MADE ARI PUTRA ASTAWA |
| Date Deposited: | 20 Jan 2026 00:09 |
| Last Modified: | 20 Jan 2026 00:09 |
| URI: | http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/27632 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
