Virginia, Puput (2026) THE COMPARISON BETWEEN BALINESE AND HOKKIEN-DERIVED SINGAPOREAN SWEAR WORDS. Undergraduate thesis, Universitas Pendidikan Ganesha.
|
Text (COVER)
2212021104-COVER.pdf Download (522kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
2212021104-ABSTRAK.pdf Download (151kB) |
|
|
Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
2212021104-BAB 1 PENDAHULUAN.pdf Download (364kB) |
|
|
Text (BAB 2 KAJIAN TEORI)
2212021104-BAB 2 KAJIAN TEORI.pdf Restricted to Repository staff only Download (333kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3 METODELOGI PENELITIAN)
2212021104-BAB 3 METODELOGI PENELITIAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (295kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN)
2212021104_BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (558kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5 PENUTUP)
2212021104-BAB 5 PENUTUP.pdf Restricted to Repository staff only Download (246kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
2212021104-DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (262kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
2212021104-LAMPIRAN.pdf Download (934kB) |
Abstract
Kata umpatan merupakan fenomena linguistik yang tidak terpisahkan dari praktik berbahasa dalam masyarakat karena berkaitan dengan ekspresi emosi, norma sosial, dan nilai budaya suatu komunitas tutur. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penggunaan kata umpatan dalam bahasa Bali dan bahasa Hokkien Singapura ditinjau dari bentuk, fungsi, dan referensi yang digunakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode data analisis. Data penelitian berupa kata, frasa, dan klausa umpatan yang diperoleh dari data sekunder berupa hasil penelitian terdahulu dan sumber tertulis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata umpatan dalam bahasa Bali dan bahasa Singapura muncul dalam bentuk kata, frasa, dan klausa. Bahasa Bali menunjukkan variasi morfologis yang lebih beragam melalui proses afiksasi, sedangkan bahasa Singapura lebih banyak menggunakan pemajemukan. Dari segi fungsi, kedua bahasa merealisasikan tiga fungsi utama, yaitu mengekspresikan emosi, agresi verbal, dan katarsis. Ditinjau dari referensi, kedua bahasa sama-sama menggunakan referensi kondisi sosial, konsep atau situasi abstrak, organ atau aktivitas seksual, ekskresi tubuh, bagian tubuh, dan tindakan. Selain itu, bahasa Bali juga menunjukkan penggunaan referensi tambahan berupa objek konkret, agama atau makhluk supernatural, hewan, dan profesi, yang tidak ditemukan di bahasa Singapura. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun kata umpatan memiliki sumber referensi yang bersifat universal, pemilihan dan kecenderungan penggunaannya sangat dipengaruhi oleh latar sosio-kultural masing-masing komunitas tutur.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | kata umpatan, Bali, Singapura, bentuk, fungsi, referensi |
| Subjects: | P Language and Literature > P Philology. Linguistics |
| Divisions: | Fakultas Bahasa dan Seni > Jurusan Bahasa Asing > Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (S1) |
| Depositing User: | Puput Virginia |
| Date Deposited: | 26 Jun 2026 14:16 |
| Last Modified: | 26 Jun 2026 14:16 |
| URI: | http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/30226 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
