Laksana, I Gusti Agung Gede Djagat (2026) THE ANALYSIS OF ENGLISH TEACHERS’ PERCEPTIONS OF ASSESSMENT IN INCLUSIVE CLASSROOM AT SINGARAJA MONTESSORI SCHOOL. Undergraduate thesis, Universitas Pendidikan Ganesha.
|
Text (COVER)
2212021178-COVER.pdf Download (2MB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
2212021178-ABSTRAK.pdf Download (496kB) |
|
|
Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
2212021178-BAB 1 PENDAHULUAN.pdf Download (471kB) |
|
|
Text (BAB 2 KAJIAN PUSTAKA)
2212021178-BAB 2 KAJIAN TEORI.pdf Restricted to Repository staff only Download (0B) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3 METODE PENELITIAN)
2212021178-BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (0B) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN)
2212021178-BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (17MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5 PENUTUP)
2212021178-BAB 5 PENUTUP.pdf Restricted to Repository staff only Download (424kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
2212021178-DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (425kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
2212021178-LAMPIRAN.pdf Download (14MB) |
Abstract
Penilaian di kelas inklusif mengharuskan guru untuk mengakomodasi beragam kebutuhan siswa sambil tetap mempertahankan harapan kurikulum. Tantangan ini menjadi lebih kompleks di sekolah-sekolah yang menerapkan prinsip penilaian Montessori bersamaan dengan Kurikulum Merdeka, khususnya untuk siswa berkebutuhan khusus. Studi ini bertujuan untuk menganalisis asesmen di kelas inklusif berbasis Montessori dalam kerangka Kurikulum Merdeka dan untuk mengeksplorasi tantangan yang mereka hadapi dalam menerapkan praktik penilaian di kelas inklusif di Sekolah Montessori Singaraja. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi kelas yang melibatkan dua guru Bahasa Inggris dan satu kepala sekolah. Data dianalisis menggunakan analisis tematik yang diusulkan oleh Braun dan Clarke (2006). Temuan mengungkapkan tiga persepsi utama. Pertama, guru memandang penilaian sebagai bagian integral dari proses pembelajaran melalui observasi berkelanjutan, refleksi, dan adaptasi instruksional. Kedua, guru memandang kesetaraan dalam penilaian sebagai dukungan dan penyesuaian individual berdasarkan kesiapan, kemampuan, dan karakteristik belajar siswa. Ketiga, para guru memandang hubungan antara penilaian Montessori dan Kurikulum Merdeka sebagai sesuatu yang dapat dinegosiasikan daripada bertentangan, yang membutuhkan adaptasi berkelanjutan dalam praktik sehari-hari. Lebih lanjut, empat tantangan utama diidentifikasi: ketegangan antara capaian pembelajaran Kurikulum Merdeka dan prinsip Montessori tentang kesiapan belajar di antara siswa berkebutuhan khusus, persiapan profesional yang terbatas untuk pendidikan inklusif, kompleksitas pengelolaan perilaku dan emosi siswa yang beragam, dan keterbatasan waktu dan sumber daya manusia. Kesimpulannya, para guru menunjukkan persepsi yang positif, reflektif, dan berpusat pada siswa tentang penilaian di kelas inklusif. Namun, implementasi penilaian inklusif tetap sangat bergantung pada keputusan adaptif guru dan negosiasi berkelanjutan antara harapan kurikulum dan kebutuhan perkembangan individu siswa.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Penilaian, Kelas inklusif, Pendidikan Montessori, Kurikulum Merdeka, Persepsi guru |
| Subjects: | L Education > L Education (General) L Education > LC Special aspects of education |
| Divisions: | Fakultas Bahasa dan Seni > Jurusan Bahasa Asing > Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (S1) |
| Depositing User: | I GUSTI AGUNG GEDE DJAGAT LAKSANA |
| Date Deposited: | 28 Jul 2026 09:28 |
| Last Modified: | 28 Jul 2026 09:28 |
| URI: | http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/31685 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
