Koloa, Yesrael (2026) Analisis Perbandingan Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Menggunakan Sistem Budidaya Konvensional Dengan Sistem Bioflok. Diploma thesis, Universitas Pendidikan Ganesha.
|
Text (COVER)
2253021004_COVER.pdf Download (321kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
225302004_ABSTRAK.pdf Download (221kB) |
|
|
Text (BAB I PENDAHULUAN)
225302004_BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (225kB) |
|
|
Text (BAB II KAJIAN TEORI)
225302004_BAB II KAJIAN TEORI.pdf Restricted to Repository staff only Download (369kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB III METODE PENELITIAN)
225302004_BAB III METODE PENELITIAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (423kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN)
225302004_BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (322kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB V PENUTUP)
225302004_BAB V PENUTUP.pdf Restricted to Repository staff only Download (182kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
225302004_DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (166kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
225302004_LAMPIRAN.pdf Download (546kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus) menggunakan sistem budidaya konvensional dengan sistem bioflok. Latar belakang penelitian ini didasari oleh permasalahan efisiensi produksi, akumulasi limbah organik, dan fluktuasi kualitas air yang sering terjadi pada budidaya konvensional, yang berdampak pada rendahnya produktivitas. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 perlakuan, yaitu sistem konvensional dan sistem bioflok, dengan masing-masing 4 ulangan. Sebanyak 100 ekor benih ikan nila ditebar per kolam dan dipelihara selama 30 hari mulai tanggal 10 November hingga 10 Desember 2025. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan mutlak (panjang dan berat), kualitas air (pH, suhu, DO), tingkat kelangsungan hidup (Survival Rate/SR), dan volume bioflok. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua sistem. Pada sistem bioflok, rata-rata berat akhir ikan mencapai 16,34 gram dengan rata-rata panjang akhir 11,46 cm. Sedangkan pada sistem konvensional, rata-rata berat akhir sebesar 13,30 gram dengan rata-rata panjang akhir 11,21 cm. Tingkat kelangsungan hidup (SR) pada sistem bioflok lebih tinggi yaitu 31%, dibandingkan sistem konvensional yang hanya mencapai 23%. Kualitas air pada sistem bioflok cenderung lebih stabil dengan kisaran pH 7,0-8,8 dan DO yang terjaga di atas 6 mg/L. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sistem bioflok memberikan performa pertumbuhan dan kelangsungan hidup yang lebih baik dibandingkan sistem konvensional, sehingga direkomendasikan sebagai teknologi budidaya yang lebih efisien dan berkelanjutan. Kata Kunci: Bioflok, Ikan Nila, Pertumbuhan, Kualitas Air, Survival Rate
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bioflok, Ikan Nila, Pertumbuhan, Kualitas Air, Survival Rate |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Jurusan Biologi dan Perikanan Kelautan > Program Studi Bioteknologi Perikanan (D4) |
| Depositing User: | Yesrael Koloa |
| Date Deposited: | 30 Jul 2026 00:38 |
| Last Modified: | 30 Jul 2026 00:38 |
| URI: | http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/31741 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
