Yanti, Ni Kadek Emi Dwi (2026) ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA PEREMPUAN “PR” DI TPMB “PP” WILAYAH KERJA PUSKESMAS BULELENG III KABUPATEN BULELENG TAHUN 2026. Undergraduate thesis, Universitas Pendidikan Ganesha.
|
Text (COVER)
2306091011-COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
2306091011-ABSTRAK.pdf Download (8MB) |
|
|
Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
2306091011-BAB 1 PENDAHULUAN.pdf Download (8MB) |
|
|
Text (BAB 2 KAJIAN TEORI)
2306091011-BAB 2 KAJIAN TEORI.pdf Restricted to Repository staff only Download (8MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN)
2306091011-BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (8MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN)
2306091011-BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (8MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5 PENUTUP)
2306091011-BAB 5 PENUTUP.pdf Restricted to Repository staff only Download (8MB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
2306091011-DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (8MB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
2306091011-LAMPIRAN.pdf Download (8MB) |
Abstract
Terlambatnya kunjungan antenatal pertama (K1), yaitu kunjungan yang dilakukan setelah trimester pertama, berisiko menyebabkan keterlambatan deteksi faktor risiko kehamilan sehingga meningkatkan risiko komplikasi pada ibu dan bayi. Berdasarkan data register bidan di TPMB “PP” tiga bulan terakhir tercatat 71 ibu hamil, dengan 63% dari total kunjungan K1 dilakukan pada usia kehamilan 16-24 minggu. Studi kasus ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan komprehensif serta meningkatkan kepatuhan ibu terhadap pelaksanaan kunjungan antenatal care dan kunjungan nifas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang dilaksanakan pada 09 Februari 2026 s.d 11 April 2026, di TPMB “PP” dengan melakukan asuhan komprehensif pada perempuan “PR” sejak usia kehamilan 38 minggu 1 hari hingga 2 minggu masa nifas. Pada kunjungan pertama ibu diberikan KIE mengenai pentingnya Antenatal Care (ANC) serta kunjungan nifas secara teratur. Pada kunjungan kedua, ibu menunjukkan perubahan perilaku yang positif dengan melakukan 7 kali kunjungan ANC dan kunjungan nifas. Pada persalinan kala I-IV berjalan dengan normal tanpa penyulit, namun terdapat kesenjangan yaitu pimpinan meneran terlalu dini, pada kala II dilakukan episiotomi mediolateral tetapi tidak sesuai prosedur karena tanpa anestesi lokal terlebih dahulu, jepit potong tali pusat tidak dilakukan di atas perut ibu melainkan di underpad, serta tidak dilakukannya IMD. Periode nifas berlangsung secara normal tanpa disertai tanda-tanda bahaya. Bayi baru lahir juga dalam kondisi normal tanpa tanda bahaya. Meskipun demikian, masih terdapat ketidaksesuaian dalam pelaksanaan pelayanan, yaitu vitamin K tidak diberikan kepada bayi baru lahir. Dari intervensi yang telah diberikan ibu tampak kooperatif dalam melakukan kunjungan baik pada saat kehamilan maupun pada masa nifas. Bidan diharapkan memberikan asuhan sesuai standar dan teori kebidanan agar pelayanan yang diberikan semakin berkualitas. Kesenjangan yang ditemukan pada ibu dan bayi tidak menimbulkan dampak yang membahayakan kondisi keduanya.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Antenatal Pertama (K1) terlambat, KIE, Asuhan Kebidanan Komprehensif |
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > Program Studi Kebidanan (D3) |
| Depositing User: | Ni Kadek Emi Dwi Yanti |
| Date Deposited: | 12 Aug 2026 02:04 |
| Last Modified: | 12 Aug 2026 02:04 |
| URI: | http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/32521 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
