Hubungan Sosial Ekonomi dengan Kejadian Stunting di Puskesmas Banjar 1

Prapatti, Putu Lina Putri Prapatti (2026) Hubungan Sosial Ekonomi dengan Kejadian Stunting di Puskesmas Banjar 1. Undergraduate thesis, Universitas Pendidikan Ganesha.

[img] Text (COVER)
2218011094-COVER.pdf

Download (706kB)
[img] Text (ABSTRAK)
2218011094-ABSTRAK.pdf

Download (301kB)
[img] Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
2218011094-BAB 1 PENDAHULUAN.pdf

Download (255kB)
[img] Text (BAB 2 KAJIAN TEORI)
2218011094-BAB 2 KAJIAN TEORI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (340kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3 METODELOGI PENELITIAN)
2218011094-BAB 3 METODELOGI PENELITIAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (331kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN)
2218011094-BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (338kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 5 PENUTUP)
2218011094-BAB 5 PENUTUP.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (216kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
2218011094-DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (200kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
2218011094-LAMPIRAN.pdf

Download (2MB)

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis pada balita yang ditandai dengan gangguan pertumbuhan linier akibat kekurangan gizi jangka panjang dan infeksi berulang serta berdampak pada perkembangan fisik dan kognitif anak. Status sosial ekonomi keluarga dan pengetahuan orang tua merupakan faktor tidak langsung yang berperan dalam kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sosial ekonomi dan pengetahuan sosial ekonomi orang tua dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Banjar 1 Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 176 ibu yang memiliki balita usia 24–59 bulan dan dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data sosial ekonomi dan pengetahuan sosial ekonomi dikumpulkan melalui kuesioner, sedangkan data status stunting diperoleh dari buku KIA dan catatan posyandu. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat sosial ekonomi dengan kejadian stunting (p < 0,001; OR = 3,117; 95% CI = 1,601–6,066), dimana keluarga dengan sosial ekonomi rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami stunting. Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan sosial ekonomi orang tua dengan kejadian stunting (p = 0,027; OR = 2,175; 95% CI = 1,083–4,370). Kesimpulan penelitian ini adalah sosial ekonomi dan pengetahuan sosial ekonomi orang tua berhubungan secara signifikan dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan di Puskesmas Banjar 1, sehingga diperlukan upaya pencegahan stunting yang berfokus pada peningkatan kondisi sosial ekonomi keluarga dan edukasi gizi melalui pelayanan kesehatan primer.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Stunting, Sosial Ekonomi, Pengetahuan Sosial Ekonomi, Balita Usia 24-59 bulan
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
R Medicine > RJ Pediatrics > RJ101 Child Health. Child health services
Divisions: Fakultas Kedokteran > Program Studi Kedokteran (S1)
Depositing User: Putu Lina Putri Prapatti
Date Deposited: 26 Jan 2026 02:06
Last Modified: 26 Jan 2026 02:06
URI: http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/27763

Actions (login required)

View Item View Item