Diky Sukma Trijaya, Komang (2026) IMPLEMENTASI PASAL 95 KITAB UNDANG UNDANG HUKUM ACARA PIDANA TERHADAP KORBAN SALAH TANGKAP DI DESA SANGSIT KABUPATEN BULELENG. Undergraduate thesis, Universitas Pendidikkan Ganesha.
|
Text (COVER)
2214101206-COVER.pdf Download (853kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
2214101206-ABSTRAK.pdf Download (867kB) |
|
|
Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
2214101206-BAB 1 PENDAHULUAN.pdf Download (901kB) |
|
|
Text (BAB 2 KAJIAN TEORI)
2214101206-BAB 2 KAJIAN TEORI.pdf Restricted to Repository staff only Download (932kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3 METODELOGI PENELITIAN)
2214101206-BAB 3 METODELOGI PENELITIAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (952kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN)
2214101206-BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (971kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5 PENUTUP)
2214101206-BAB 5 PENUTUP.pdf Restricted to Repository staff only Download (980kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
2214101206-DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (986kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
2214101206-LAMPIRAN.pdf Download (889kB) |
Abstract
Penelitian ini membahas bagaimana (1) Implementasi Pasal 95 Kitab Undang- Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) diterapkan terhadap korban salah tangkap di Desa Sangsit, Kabupaten Buleleng, khususnya dalam upaya memenuhi hak-hak korban agar mendapatkan keadilan dan (2) mengamati hambatan yang dialami dalam proses Implementasi Pasal 95 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) terhadap korban salah tangkap di Desa Sangsit. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif melalui wawancara langsung dengan para korban dan pihak Kepolisian Resor Buleleng. Teknik penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan non-probability sampling dengan metode purposive sampling, yang dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu. Sampel penelitian terdiri atas korban salah tangkap di Desa Sangsit, Kabupaten Buleleng. (1) Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima orang warga Desa Sangsit yang menjadi korban salah tangkap dengan alasan yang beragam, seperti kemiripan wajah dengan pelaku, kesamaan nama panggilan, sering berada di lokasi tertentu, hingga keterkaitan kendaraan dengan pelaku sebenarnya. Dalam proses penangkapan, para korban tidak diberi kesempatan untuk memberikan penjelasan dan langsung dibawa ke kantor polisi. Meskipun kemudian dilepaskan karena tidak terbukti, sebagian korban tidak mendapatkan pemulihan nama baik sehingga mengalami tekanan sosial dan diskriminasi di lingkungan masyarakat. Pihak kepolisian menyatakan bahwa tindakan mereka telah dilakukan sesuai prosedur dan tidak mengakui adanya salah tangkap. Namun demikian, mereka juga mengakui bahwa secara umum kesalahan tetap berpotensi terjadi apabila aparat kurang cermat dan profesional. Penelitian ini menemukan bahwa implementasi Pasal 95 KUHAP belum berjalan secara optimal. (2) Hambatan utama berasal dari rendahnya pemahaman hukum korban terkait hak untuk mengajukan praperadilan dan tuntutan ganti rugi, serta faktor psikologis seperti rasa takut dan kurangnya kepercayaan terhadap proses hukum. Oleh karena itu, penguatan edukasi hukum bagi masyarakat menjadi langkah penting untuk meningkatkan perlindungan hak korban.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Salah tangkap, Pasal 95 KUHAP, Desa Sangsit |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial > Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan > Program Studi Ilmu Hukum (S1) |
| Depositing User: | KOMANG DIKY SUKMA TRIJAYA |
| Date Deposited: | 19 Feb 2026 02:30 |
| Last Modified: | 19 Feb 2026 02:30 |
| URI: | http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/28214 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
