Putri, Ni Ketut Sugi Harta Nadi Agustina (2026) IMPLEMENTASI PASAL 8 UNDANG- UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN TERKAIT LARANGAN PERKAWINAN SEDARAH. Undergraduate thesis, Universitas Pendidikan Ganesha.
|
Text (COVER)
2214101059-COVER.pdf Download (370kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
2214101059-ABSTRAK.pdf Download (253kB) |
|
|
Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
2214101059-BAB 1 PENDAHULUAN .pdf Download (396kB) |
|
|
Text (BAB 2 KAJIAN PUSTAKA)
2214101059-BAB 2 KAJIAN PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (418kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3 METODE PENELITIAN)
2214101059-BAB 3 METODE PENELITIAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (341kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4 PEMBAHASAN)
2214101059- BAB 4 PEMBAHASAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (649kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5 PENUTUP)
2214101059- BAB 5 PENUTUP.pdf Restricted to Repository staff only Download (267kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
2214101059-DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (318kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
2214101059-LAMPIRAN.pdf Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini membahas mengenai implementasi Pasal 8 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan terkait larangan perkawinan sedarah di Desa Adat Banjar. Tujuan Penelitian ini adalah untuk (1) untuk mengetahui dan menganalisis terkait implementasi Pasal 8 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan terkait larangan perkawinan sedarah di Desa Adat Banjar (2) untuk mengetahui dan mengkaji bagaimana praktik perkawinan sedarah di Desa Adat Banjar terkait dengan Pawos 89. Penelitian ini merupakan penelitian penelitian yuridis empiris dengan sifat deskritif kualitatif. Adapun hasil penelitian yang di peroleh penulis yaitu (1) implementasi Pasal 8 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan terkait larangan perkawinan sedarah di Desa Adat Banjar belum terimplementasi dengan baik. Hasil penelitian menunjukan terdapat 19 praktik perkawinan sedarah di Desa Adat Banjar. Hal ini disebabkan karna kurangnya pemahaman dan pengetahuan masyarakat mengenai UU Perkawinan dan Pawos 89 Awig-Awig Desa Adat Banjar. Implikasi hukumnya adalah adanya pemberian sanksi dalam bentuk pembersihan diri seperti menghaturkan upakara banten pejati, sayut alit, pascita durmangala, dan membayar dengan 2 pikul beras. (2) Dalam praktik perkawinan sedarah di Desa Adat Banjar terkait dengan pawos 89 masih berlangsung hingga menyebabkan pawos 89 tentang perkawinan sedarah tidak berjalan dengan baik, dalam mengatasi praktik perkawinan sedarah prajuru desa adat melakukan sosialisasi serta memberikan sanksi adat sesuai dengan aturan kepada masyarakat yang melanggar perkawinan sedarah untuk memastikan bahwa nilai-nilai adat tetap hidup dalam kehidupan sehari-hari.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perkawinan Sedarah, UU Perkawinan, Awig-Awig, Desa adat Banjar |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial > Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan > Program Studi Ilmu Hukum (S1) |
| Depositing User: | NI KETUT SUGI HARTA NADI AGUSTINA PUTRI |
| Date Deposited: | 16 Mar 2026 05:08 |
| Last Modified: | 16 Mar 2026 05:08 |
| URI: | http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/28862 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
