Isnawati, Ida (2026) IDENTIFIKASI JENIS JAMUR RIZOSFER PERKEBUNAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.) DI DESA BUAHAN DAN DESA PINGGAN, KECAMATAN KINTAMANI KABUPATEN BANGLI. Undergraduate thesis, Universitas Pendidikan Ganesha.
|
Text (COVER)
2113091016-COVER.pdf.pdf Download (11MB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
2113091016-ABSTRAK.pdf.pdf Download (11MB) |
|
|
Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
2113091016-BAB 1 PENDAHULUAN.pdf.pdf Download (11MB) |
|
|
Text (BAB 2 KAJIAN TEORI)
2113091016-BAB 2 KAJIAN TEORI.pdf.pdf Restricted to Repository staff only Download (11MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3 METODELOGI PENELITIAN)
2113091016-BAB 3 METODELOGI PENELITIAN.pdf.pdf Restricted to Repository staff only Download (11MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN)
2113091016-BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf.pdf Restricted to Repository staff only Download (11MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5 PENUTUP)
2113091016-BAB 5 PENUTUP.pdf.pdf Restricted to Repository staff only Download (11MB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
2113091016-DAFTAR PUSTAKA.pdf.pdf Download (11MB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
2113091016-LAMPIRAN.pdf.pdf Download (11MB) |
Abstract
Pentingnya sektor pertanian, khususnya budidaya tomat di wilayah Kintamani yang berkaitan dengan kesehatan tanaman dan produktivitas hasil panen. Penurunan produksi tomat diduga terkait serangan patogen jamur di rizosfer yang mempengaruhi kesehatan tanaman. Tujuan penelitian adalah mengidentifiksi jenis jamur rizosfer yang ada di dua lokasi perkebunan tomat serta kaitan antara jenis jamur dengan praktik pertanian di masing-masing lokasi. Metode penelitian adalah deskriptif eksploratif dengan pengambilan sampel tanah secara sistematis pada dua lokasi yang berbeda, kemudian isolasi dan identifikasi dilakukan di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga genus jamur rizosfer pada masing-masing lokasi penelitian yang teridentifikasi pada Desa Buahan meliputi genus Aspergillus, Penicillium dan Trichoderma, sedangkan pada Desa Pinggan ditemukan genus Aspergillus, Penicillium, dan Fusarium. Secara umum, Penicillium merupakan genus yang paling tinggi persentasenya di kedua lokasi penelitian. Desa Buahan dicirikan oleh ditemukannya Trichoderma yang berperan sebagai agen hayati pengendali patogen serta ketiadaan Fusarium, sedangkan Desa Pinggan terisolasi Fusarium, patogen yang berbahaya bagi tanaman, dan ketiadaan Trichoderma. Perbedaan ini berkaitan erat dengan perbedaan praktik pertanian seperti pemberian pupuk dan penggunaan pestisida kimia. Kesimpulan menyatakan bahwa tingginya persentase jamur rizosfer sangat dipengaruhi oleh sistem pengelolaan tanah, yang berdampak pada kesehatan rizosfer dan produktivitas tomat. Temuan ini menjadi dasar ilmiah penting untuk pengembangan strategi pengelolaan perkebunan tomat yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Jamur rizosfer, Kintamani, Tomat. |
| Subjects: | Q Science > QR Microbiology |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Jurusan Biologi dan Perikanan Kelautan > Program Studi Biologi (S1) |
| Depositing User: | Ida Isnawati |
| Date Deposited: | 26 Mar 2026 08:46 |
| Last Modified: | 26 Mar 2026 08:46 |
| URI: | http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/28897 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
