Antara, I Komang Juni (2026) PENGARUH PROBLEM BASED LEARNING FLIPPED CLASSROOM TERHADAP LITERASI DIGITAL DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 BLAHBATUH. Masters thesis, Universitas Pendidikan Ganesha.
|
Text (COVER)
2429071020-COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
2429071020-ABSTRAK.pdf Download (361kB) |
|
|
Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
2429071020-BAB 1 PENDAHULUAN.pdf Download (396kB) |
|
|
Text (BAB 2 KAJIAN TEORI)
2429071020-BAB 2 KAJIAN TEORI.pdf Restricted to Repository staff only Download (622kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3 METODELOGI PENELITIAN)
2429071020-BAB 3 METODELOGI PENELITIAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN)
2429071020-BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (849kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5 PENUTUP)
2429071020-BAB 5 PENUTUP.pdf Restricted to Repository staff only Download (369kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
2429071020-DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (419kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
2429071020-LAMPIRAN.pdf Download (54MB) |
Abstract
Aktivitas pembelajaran yang kurang mengintegrasikan teknologi dalam model pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan siswa menyebabkan kompetensi berpikir kritis dan literasi digital sulit berkembang. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kemampuan berpikir kritis dan literasi digital siswa yang belajar menggunakan model Problem Based Learning Flipped Classroom (PBLFC), Problem Based Learning (PBL), dan Direct Instruction (DI) dengan mengontrol kemampuan awal siswa. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dengan analisis data melalui MANCOVA pada taraf signifikansi 5%. Populasi penelitian terdiri atas sebelas kelas VIII SMP Negeri 1 Blahbatuh dengan rata-rata jumlah siswa sebanyak 48 orang per kelas. Sampel penelitian adalah kelas-kelas diambil secara acak terdiri atas tiga kelas dengan jumlah total 144 siswa yang terbagi ke dalam tiga kelompok, yaitu kelas eksperimen PBLFC dan PBL, serta kelas kontrol (DI) yang masing-masing berjumlah 48 siswa. Instrumen penelitian meliputi angket literasi digital berskala Likert lima tingkatan dan tes kemampuan berpikir kritis matematika dengan skor setiap butir dari 0 sampai 10. Konsistensi internal instrumen literasi digital berada pada interval 0,566–0,890, sedangkan tes kemampuan berpikir kritis berada pada interval 0,777–0,877 yang menunjukkan konsistensi instrumen. Selain itu, nilai alpha instrumen literasi digital dan tes kemampuan berpikir kritis berturut-turut sebesar 0,966 dan 0,816 yang menunjukkan reliabilitas sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada variabel literasi digital, kelompok PBLFC berbeda signifikan dengan kelompok PBL dan DI, sedangkan kelompok PBL tidak berbeda signifikan dengan DI. Pada variabel kemampuan berpikir kritis, seluruh pasangan kelompok menunjukkan perbedaan signifikan. Dalam studi ini, implementasi PBLFC menunjukkan capaian peningkatan berpikir kritis dan literasi digital tertinggi, diikuti kelompok PBL dan DI. Studi ini menegaskan bahwa pengembangan literasi digital dan kemampuan berpikir kritis siswa memerlukan desain pembelajaran yang mengintegrasikan aktivitas pemecahan masalah dengan pembelajaran mandiri berbasis digital. Penelitian berikutnya dapat menguji efektivitas model PBLFC pada jenjang pendidikan dan konteks yang berbeda dengan mempertimbangkan berbagai variabel lain untuk memperoleh hasil yang lebih komprehensif.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Problem Based Learning, Flipped Classroom, Literasi Digital, Kemampuan Berpikir Kritis |
| Subjects: | L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools |
| Divisions: | Pascasarjana > Program Studi Teknologi Pembelajaran (S2) |
| Depositing User: | I Komang Juni Antara |
| Date Deposited: | 20 Jun 2026 09:00 |
| Last Modified: | 20 Jun 2026 09:00 |
| URI: | http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/29896 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
