Mahayasa, Putu (2026) A COMPARISON OF SWEAR WORDS BETWEEN BALINESE AND AUSTRALIAN. Undergraduate thesis, Universitas Pendidikan Ganesha.
|
Text (COVER)
2212021132_COVER.pdf Download (303kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
2212021132_ABSTRAK.pdf Download (113kB) |
|
|
Text (BAB 1)
2212021132_BAB 1.pdf Download (190kB) |
|
|
Text
2212021132_BAB 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (224kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3)
2212021132_ BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (195kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4)
2212021132_BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (383kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5)
2212021132_BAB 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (160kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
2212021132_DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (175kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
2212021132_LAMPIRAN.pdf Download (612kB) |
Abstract
Penelitian ini membandingkan kata-kata kasar dalam bahasa Bali dan bahasa Inggris Australia dengan menganalisis bentuk, fungsi, dan referensinya dalam konteks sosial budaya masing-masing. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis kontrastif untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan dalam penggunaan kata-kata kasar pada kedua bahasa tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan penutur asli bahasa Bali dan bahasa Inggris Australia serta didukung oleh berbagai tesis dan literatur akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata-kata kasar dalam kedua bahasa muncul dalam beberapa bentuk linguistik, yaitu kata, frasa, dan klausa. Dari segi referensi, kata-kata kasar dalam bahasa Bali dan bahasa Inggris Australia memiliki beberapa domain semantik yang serupa, termasuk agama atau makhluk supranatural, seks dan gender, kotoran, hewan, latar belakang pribadi, gangguan mental, serta aktivitas seksual. Namun, makna budaya dan frekuensi penggunaannya berbeda di antara kedua komunitas bahasa tersebut. Secara fungsional, kata-kata kasar memiliki berbagai tujuan komunikatif, seperti mengekspresikan emosi, menekankan pernyataan, memprovokasi orang lain, merendahkan individu, menciptakan solidaritas antarpenutur, serta menunjukkan agresi. Nilai-nilai budaya sangat memengaruhi bagaimana kata-kata kasar ditafsirkan dan digunakan dalam interaksi sehari-hari. Dalam masyarakat Bali, penggunaannya dipengaruhi oleh struktur sosial yang hierarkis dan norma kesopanan, sehingga beberapa ungkapan dapat dianggap sangat menyinggung jika digunakan dalam konteks yang tidak tepat. Sebaliknya, bahasa Inggris Australia mencerminkan budaya yang kurang hierarkis, di mana kata-kata makian sering digunakan secara informal dan dapat berfungsi sebagai ekspresi humor, keakraban, atau penekanan emosi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbedaan norma sosiokultural antara masyarakat Bali dan Australia dapat menyebabkan kesalahpahaman dalam komunikasi antarbudaya, khususnya dalam konteks pariwisata.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | sosiolinguistik, kata kata kasar, komunikasi antar budaya, budaya bali, bahasa inggris australia |
| Subjects: | P Language and Literature > P Philology. Linguistics |
| Divisions: | Fakultas Bahasa dan Seni > Jurusan Bahasa Asing > Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (S1) |
| Depositing User: | Putu Sidhi Mahayasa |
| Date Deposited: | 09 Jul 2026 00:37 |
| Last Modified: | 09 Jul 2026 00:37 |
| URI: | http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/30675 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
