-, Rifka (2026) DAMPAK PERKEMBANGAN WILAYAH TERHADAP PERUBAHAN NILAI-NILAI SOSIAL BUDAYA PERTANIAN PADA SISTEM SUBAK DI KABUPATEN BULELENG. Undergraduate thesis, Universitas Pendidikan Ganesha.
|
Text (COVER)
2214111010-COVER.pdf Download (8MB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
2214111010-ABSTRAK.pdf Download (8MB) |
|
|
Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
2214111010-BAB 1 PENDAHULUAN.pdf Download (8MB) |
|
|
Text (BAB 2 KAJIAN TEORI)
2214111010-BAB 2 KAJIAN TEORI.pdf Restricted to Repository staff only Download (8MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3 METODELOGI PENELITIAN)
2214111010-BAB 3 METODELOGI PENELITIAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (8MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN)
2214111010-BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (8MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5 PENUTUP)
2214111010-BAB 5 PENUTUP.pdf Restricted to Repository staff only Download (8MB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
2214111010-DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (8MB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
2214111010-LAMPIRAN.pdf Download (8MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis proses perubahan nilai-nilai sosial budaya pertanian dalam sistem Subak Banyumala dan Subak Sekumpul di Kabupaten Buleleng, (2) menganalisis perkembangan wilayah serta keterkaitannya dengan intensitas perubahan nilai-nilai sosial budaya pertanian, dan (3) menganalisis persepsi masyarakat terhadap perubahan nilai-nilai sosial budaya pertanian akibat perkembangan wilayah. Penelitian dilaksanakan di Subak Banyumala, Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng dan Subak Sekumpul, Desa Sekumpul, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan keruangan, lingkungan, dan kewilayahan. Subjek penelitian dipilih secara purposive, meliputi kelian subak, petani, tokoh adat, dan masyarakat. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif menggunakan NVivo 12 melalui Matrix Coding Query berdasarkan konsep Tri Hita Karana, yaitu Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan nilai-nilai sosial budaya berlangsung secara bertahap. Aspek Parahyangan cenderung bertahan melalui pelaksanaan ritual, sedangkan aspek Pawongan mengalami penurunan gotong royong dan aspek Palemahan mengalami perubahan paling nyata melalui penggunaan teknologi pertanian, pengelolaan lahan, dan irigasi. Perkembangan wilayah urban dan rural memberikan tekanan berbeda terhadap intensitas perubahan, sedangkan persepsi masyarakat menunjukkan bahwa modernisasi meningkatkan efisiensi pertanian, tetapi turut melemahkan gotong royong dan keterlibatan generasi muda.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perkembangan Wilayah, Perubahan Sosial Budaya, Sistem Subak, Tri Hita Karana, NVivo 12 |
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial > Jurusan Geografi > Program Studi Geografi (S1) |
| Depositing User: | RIFKA RIFKA |
| Date Deposited: | 28 Jul 2026 02:19 |
| Last Modified: | 28 Jul 2026 02:19 |
| URI: | http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/31571 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
