Ramadhan, Mohammad Duta (2026) ANALISIS YURIDIS PENDEKATAN RESTORATIVE JUSTICE TERHADAP TINDAK PIDANA PENADAHAN YANG DI DASARI IKTIKAD BAIK. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA.
|
Text (COVER)
2214101079_COVER.pdf Download (336kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
2214101079_ABSTRAK.pdf Download (247kB) |
|
|
Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
2214101079_BAB 1 PENDAHULUAN.pdf Download (402kB) |
|
|
Text (BAB 2 KAJIAN TEORI)
2214101079_BAB 2 KAJIAN TEORI.pdf Restricted to Repository staff only Download (458kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3 METODELOGI PENELITIAN)
2214101079_BAB 3 METODELOGI PENELITIAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (354kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN)
2214101079_BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (767kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5 PENUTUP)
2214101079_BAB 5 PENUTUP.pdf Restricted to Repository staff only Download (316kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
2214101079_DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (359kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
2214101079_LAMPIRAN.pdf Download (223kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam problematika yuridis yang muncul dari penerapan Pasal 591 KUHP mengenai tindak pidana penadahan, khususnya ketika berhadapan dengan posisi pembeli beritikad baik. Pada Bab I, dijelaskan bahwa latar belakang penelitian ini dipicu oleh kekaburan norma pada frasa "sepatutnya harus diduga", yang sering kali memicu kriminalisasi terhadap pembeli jujur yang tidak memiliki niat jahat (mens rea). Bab II memperkuat analisis melalui tinjauan pustaka mengenai konsep bona fides (itikad baik) dan teori kesalahan dalam hukum pidana. Selanjutnya, Bab III menguraikan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan kasus untuk membedah dilema penegakan hukum di lapangan. Pada Bab IV, hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Pasal 591 KUHP memberikan ancaman pidana yang tegas, implementasinya sering kali mengabaikan aspek perlindungan konsumen yang bertransaksi secara wajar. Di sinilah pendekatan restorative justice, sebagaimana diatur dalam Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2024, hadir sebagai instrumen korektif untuk mewujudkan keadilan yang lebih humanis melalui dialog dan pemulihan, bukan sekadar penghukuman. Sebagai Kesimpulan, penelitian ini menegaskan bahwa perlindungan bagi pembeli beritikad baik masih sangat rapuh akibat interpretasi subjektif aparat. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi restorative justice dan standarisasi indikator itikad baik guna menjamin kepastian hukum dan mencegah ketidakadilan bagi masyarakat awam yang terjebak dalam rantai peredaran barang hasil kejahatan secara tidak sengaja.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Penadahan, Pasal 591 KUHP, Restorative Justice, Itikad Baik, Pembeli Bona Fide. |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial > Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan > Program Studi Ilmu Hukum (S1) |
| Depositing User: | Mohammad Duta Ramadhan |
| Date Deposited: | 30 Jul 2026 03:39 |
| Last Modified: | 30 Jul 2026 03:39 |
| URI: | http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/31867 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
