Sukrisnawan, Kadek Bayu (2026) PENERAPAN PASAL 281 UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN KEPADA SISWA YANG MENGENDARAI SEPEDA MOTOR KE SEKOLAH DI KABUPATEN BULELENG. Undergraduate thesis, Universitas Pendidikan Ganesha.
|
Text (COVER)
2214101039-COVER.pdf Download (554kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
2214101039-ABSTRAK.pdf Download (240kB) |
|
|
Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
2214101039-BAB 1 PENDAHULUAN.pdf Download (229kB) |
|
|
Text (BAB 2 KAJIAN TEORI)
2214101039-BAB 2 KAJIAN TEORI.pdf Restricted to Repository staff only Download (234kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3 METODELOGI PENELITIAN)
2214101039-BAB 3 METODELOGI PENELITIAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (213kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN)
2214101039-BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (316kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5 PENUTUP)
2214101039-BAB 5 PENUTUP.pdf Restricted to Repository staff only Download (199kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
2214101039-DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (220kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
2214101039-LAMPIRAN.pdf Download (977kB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji penerapan Pasal 281 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan terhadap siswa yang mengendarai sepeda motor ke sekolah di Kabupaten Buleleng. Tujuan Penelitian ini adalah untuk (1) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi siswa mengendarai sepeda motor ke sekolah di Kabupaten Buleleng, (2) untuk mengetahui bagaimanaperan Polisi Satuan Lalu Lintas Polres Buleleng dalam menerapkan pasal 281 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan kepada siswa yang mengendarai sepeda motor ke sekolah di Kabupaten Buleleng. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dengan personel Satlantas Polres Buleleng serta siswa dan guru di sekolah menengah yang menjadi Lokasi penelitian pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat tiga faktor utama yang saling terkait yang mempegaruhi siswa mengendarai sepeda motor ke sekolah. Kondisi geografis yang luas serta minimnya transportasi umum membuat motor menjadi pilihan paling praktis. Kesibukan orang tua dan waktu pulang yang tidak menentu akibat kegiatan sekolah membuat siswa memilih mandiri dalam mobilitas. Kemudian adanya kebijakan toleransi bersyarat dari kepolisian membuat siswa merasa risiko ditilang rendah, sehingga kebiasaan ini terus dilakukan. (2) Peran Satlantas Polres Buleleng dalam menerapkan Pasal 281 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan terhadap siswa yang mengendarai sepeda motor ke sekolah di Kabupaten Buleleng ditandai dengan penggunaan diskresi kepolisian yang humanis dan berbasis konteks sosial dengan memeberikan toleransi bersyarat kepada siswa SMA/SMK tersebut. Penerapkan sanksi tidak diterapkan secara kaku dan tekstual, polisi memilih pendekatan yang menyeimbangkan penegakan hukum dengan keberlangsungan pendidikan siswa dengan menerapkan upaya Preemtif, Prefentif dan Refresif.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Lalu lintas, Siswa, Sepeda Motor, Kabupaten Buleleng. |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial > Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan > Program Studi Ilmu Hukum (S1) |
| Depositing User: | Kadek Bayu Sukrisnawan |
| Date Deposited: | 07 Aug 2026 03:04 |
| Last Modified: | 07 Aug 2026 03:04 |
| URI: | http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/32147 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
