SILITONGA, MARIO (2027) ANALISIS YURIDIS KEDUDUKAN ANAK PEREMPUAN SEBAGAI AHLI WARIS DI ADAT BATAK TOBA SETELAH ADANYA PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 573 K/PDT/2017. Undergraduate thesis, Universitas Pendidikan Ganesha.
|
Text (COVER)
2014101106-COVER.pdf Download (327kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
2014101106-ABSTRAK.pdf Download (319kB) |
|
|
Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
2014101106-BAB 1 PENDAHULUAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (BAB 2 KAJIAN TEORI)
2014101106-BAB 2 KAJIAN TEORI.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3 METODELOGI PENELITIAN)
2014101106-BAB 3 METODELOGI PENELITIAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (356kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN)
2014101106-BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (680kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5 PENUTUP)
2014101106-BAB 5 PENUTUP.pdf Restricted to Repository staff only Download (364kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
2014101106-DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (401kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
2014101106-LAMPIRAN.pdf Download (244kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan anak perempuan sebagai ahli waris dalam hukum adat Batak Toba setelah adanya Putusan Mahkamah Agung Nomor 573 K/Pdt/2017. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Bahan hukum yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara tradisional, sistem pewarisan dalam masyarakat Batak Toba menganut sistem patrilineal yang menempatkan anak laki-laki sebagai ahli waris utama, sedangkan anak perempuan tidak memperoleh bagian yang setara. Namun, melalui Putusan Mahkamah Agung Nomor 573 K/Pdt/2017, terjadi perkembangan yuridis yang memberikan pengakuan terhadap hak anak perempuan sebagai ahli waris berdasarkan hubungan darah dan prinsip keadilan. Meskipun demikian implementasi putusan tersebut dalam masyarakat masih menghadapi kendala akibat kuatnya pengaruh nilai-nilai adat serta rendahnya pemahaman masyarakat terhadap perkembangan hukum. Oleh karena itu, diperlukan upaya harmonisasi antara hukum adat dan hukum nasional guna mewujudkan keadilan dan hukum nasional guna mewujudkan keadilan dan kesetaraan dalam sistem pewarisan
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hukum Adat, Waris, Anak Perempuan, Mahakamah Agung |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman |
| Divisions: | Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial > Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan > Program Studi Ilmu Hukum (S1) |
| Depositing User: | Mario Silitonga |
| Date Deposited: | 20 Oct 2026 03:46 |
| Last Modified: | 20 Oct 2026 03:46 |
| URI: | http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/32937 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
