Trijayanti, Ni Komang Devi (2026) ADULTS VERSUS ELDERS’ PERCEIVED UNDERSTANDING OF THE ENDANGERED LEXICONS OF THE NIGANG SASIH RITUAL IN MENYALI VILLAGE. Undergraduate thesis, Universitas Pendidikan Ganesha.
|
Text (COVER)
2212021025-COVER.pdf Download (869kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
2212021025-ABSTRAK.pdf Download (272kB) |
|
|
Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
2212021025-BAB 1 PENDAHULUAN.pdf Download (284kB) |
|
|
Text (BAB 2 KAJIAN TEORI)
2212021025-BAB 2 KAJIAN TEORI.pdf Restricted to Repository staff only Download (419kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3 METODELOGI PENELITIAN)
2212021025-BAB 3 METODELOGI PENELITIAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (385kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN)
2212021025-BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (549kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5 PENUTUP)
2212021025-BAB 5 PENUTUP.pdf Restricted to Repository staff only Download (246kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
2212021025-DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (253kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
2212021025-LAMPIRAN.pdf Download (557kB) |
Abstract
Pelestarian leksikon ritual memiliki peran penting dalam menjaga identitas budaya, pengetahuan tradisional, serta transmisi bahasa antargenerasi dalam masyarakat Bali. Namun, modernisasi dan menurunnya keterlibatan generasi muda dalam praktik tradisional secara bertahap melemahkan pemahaman terhadap bahasa ritual. Penelitian ini mengkaji pemahaman yang dipersepsikan terhadap leksikon terancam punah yang digunakan dalam ritual Nigang Sasih antara kelompok orang dewasa dan lansia di Desa Menyali, Kabupaten Buleleng, Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman yang dipersepsikan oleh orang dewasa dan lansia terhadap leksikon ritual serta mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok tersebut. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif komparatif cross-sectional dengan melibatkan 100 responden yang terdiri atas 50 orang dewasa dan 50 lansia yang dipilih melalui teknik convenience sampling dan quota sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang memuat 36 leksikon ritual yang sebelumnya telah didokumentasikan oleh Lestari (2025). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan Uji Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan antargenerasi yang jelas dalam pemahaman yang dipersepsikan terhadap leksikon ritual yang terancam punah. Kelompok orang dewasa secara umum menunjukkan tingkat pemahaman yang lebih rendah, sedangkan kelompok lansia menunjukkan tingkat pemahaman yang lebih tinggi terhadap leksikon ritual tersebut. Analisis statistik juga menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok, yang menunjukkan bahwa lansia memiliki pemahaman yang dipersepsikan secara lebih kuat dibandingkan orang dewasa. Temuan ini mengindikasikan bahwa transmisi leksikon ritual dalam masyarakat semakin tidak merata antargenerasi. Oleh karena itu, penguatan transmisi budaya, partisipasi masyarakat dalam ritual, dan upaya dokumentasi sangat penting untuk mendukung pelestarian bahasa ritual Bali sebagai bagian dari warisan budaya takbenda.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | leksikon ritual terancam punah, bahasa ritual, ritual Nigang Sasih, persepsi pemahaman, transmisi antargenerasi, budaya Bali |
| Subjects: | L Education > L Education (General) P Language and Literature > PE English P Language and Literature > PN Literature (General) P Language and Literature > PR English literature |
| Divisions: | Fakultas Bahasa dan Seni > Jurusan Bahasa Asing > Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (S1) |
| Depositing User: | NI KOMANG DEVI TRIJAYANTI |
| Date Deposited: | 24 Jun 2026 00:40 |
| Last Modified: | 24 Jun 2026 00:40 |
| URI: | http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/30017 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
