Septiari, Ni Wayan (2026) PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS KONSELING COGNITIVE BEHAVIORAL UNTUK MENGURANGI PERILAKU SELF-INJURY PADA SISWA KORBAN BULLYING DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Undergraduate thesis, Universitas Pendidikan Ganesha.
|
Text (COVER)
2211011012-COVER.pdf Download (885kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
2211011012-ABSTRAK.pdf Download (295kB) |
|
|
Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
2211011012-BAB 1 PENDAHULUAN.pdf Download (339kB) |
|
|
Text (BAB 2 KAJIAN TEORI)
2211011012-BAB 2 KAJIAN TEORI.pdf Restricted to Repository staff only Download (540kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3 METODELOGI PENELITIAN)
2211011012-BAB 3 METODELOGI PENELITIAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (777kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN)
2211011012-BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5 PENUTUP)
2211011012-BAB 5 PENUTUP.pdf Restricted to Repository staff only Download (280kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
2211011012-DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (311kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
2211011012-LAMPIRAN.pdf Download (7MB) |
Abstract
Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai tantangan dan tekanan dalam proses pencarian identitas dan kemandirian. Di tengah perjalanan menuju kedewasaan, remaja seringkali menghadapi berbagai tekanan dari lingkungan sekitarnya. Remaja yang sedang dalam proses pertumbuhan dan masih dalam fase pencarian jati diri dan pergolakan emosi bisa saja terjerumus untuk menyalurkan emosi negatif melalui cara yang negatif pula. Apabila tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat mendorong siswa melakukan perilaku self-injury sebagai bentuk pelarian dan pelampiasan emosi negatif. Oleh karena itu, diperlukan media layanan konseling yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan siswa untuk membantu mengurangi perilaku self-injury. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul berbasis konseling cognitive behavioral dengan teknik restrukturisasi kognitif yang layak digunakan untuk membantu mengurangi perilaku self-injury pada siswa korban bullying di Sekolah Menengah Pertama. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas 2 ahli materi, 2 ahli media, 3 praktisi bimbingan dan konseling, serta 7 siswa Sekolah Menengah Pertama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan skor 7,112 > 2,447 sehingga e-modul berbasis konseling cognitive behavioral efektif untuk mengurangi perilaku self-injury pada siswa korban bullying di sekolah menengah pertama. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa e-modul berbasis cognitive behavioral memberikan kontribusi teoretis dan praktis dalam memperkuat penerapan pendekatan cognitive behavioral pada layanan bimbingan dan konseling berbasis teknologi sebagai media pendukung yang membantu siswa korban bullying mengurangi perilaku self-injury.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | E-modul, Cognitive Behavioral, Restrukturisasi Kognitif, Self-injury, Bullying |
| Subjects: | L Education > L Education (General) T Technology > T Technology (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Pendidikan > Jurusan Ilmu Pendidikan, Psikologi dan Bimbingan > Program Studi Bimbingan Konseling (S1) |
| Depositing User: | Ni Wayan Septiari |
| Date Deposited: | 25 Jun 2026 00:24 |
| Last Modified: | 25 Jun 2026 00:24 |
| URI: | http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/30126 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
