Analisis Yuridis UU No 21 Tahun 2007 Tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang Terkait Praktik Comercial Surrogate Mother Di Indonesia

Putra, I Made Dwi Cahya Prayogi (2026) Analisis Yuridis UU No 21 Tahun 2007 Tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang Terkait Praktik Comercial Surrogate Mother Di Indonesia. Undergraduate thesis, Universitas Pendidikan Ganesha.

[img] Text (COVER)
2214101142-COVER.pdf

Download (522kB)
[img] Text (ABSTRAK)
2214101142-ABSTRAK.pdf

Download (5MB)
[img] Text (BAB I PENDAHULUAN)
2214101142-BAB I PENDAHULUAN.pdf

Download (5MB)
[img] Text (BAB II KAJIAN TEORI)
2214101142-BAB II KAJIAN TEORI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy
[img] Text (BAB III METODELOGI PENELITIAN)
2214101142-BAB III METODELOGI PENELITIAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV PEMBAHASAN)
2214101142-BAB IV PEMBAHASAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy
[img] Text (BAB V PENUTUP)
2214101142-BAB V PENUTUP.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
2214101142-DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (5MB)
[img] Text (LAMPIRAN)
2213101142-LAMPIRAN.pdf

Download (5MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekaburan norma dalam Pasal 1 ayat (7) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), khususnya terkait frasa “dalam posisi rentan” dan “pemanfaatan organ tubuh untuk mendapatkan keuntungan” dalam hubungannya dengan praktik surrogate mother komersial di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan, serta menggunakan metode interpretasi gramatikal, historis, teleologis, dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa norma tersebut mengandung kekaburan makna karena tidak memberikan batasan operasional yang jelas mengenai konsep kerentanan dan eksploitasi biologis. Secara historis, UU TPPO belum mengantisipasi perkembangan teknologi reproduksi seperti surrogacy, namun secara teleologis praktik surrogate mother komersial berpotensi bertentangan dengan tujuan perlindungan martabat manusia yang menjadi dasar pembentukan UU TPPO. Oleh karena itu, diperlukan penegasan norma melalui interpretasi yudisial maupun pembaruan regulasi guna menjamin kepastian hukum dan perlindungan terhadap martabat manusia.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: TPPO, kekaburan norma, surrogate mother, eksploitasi, posisi rentan
Subjects: K Law > K Law (General)
K Law > KZ Law of Nations
Divisions: Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial > Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan > Program Studi Ilmu Hukum (S1)
Depositing User: I Made Dwi Cahya Prayogi Putra
Date Deposited: 27 Feb 2026 02:33
Last Modified: 27 Feb 2026 02:33
URI: http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/28541

Actions (login required)

View Item View Item