Saputra, Kadek Yudi Krisnayana (2026) AN ANALYSIS OF CODE-MIXING PRACTICES AMONG TEENAGERS SPEAKING BALINESE IN BENGKEL VILLAGE. Undergraduate thesis, Universitas Pendidikan Ganesha.
|
Text (COVER)
1912021177-COVER.pdf Download (9MB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
1912021177-ABSTRAK.pdf Download (9MB) |
|
|
Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
1912021177-BAB 1 PENDAHULUAN.pdf Download (9MB) |
|
|
Text (BAB 2 KAJIAN TEORI)
1912021177-BAB 2 KAJIAN TEORI.pdf Restricted to Repository staff only Download (9MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3 METODELOGI PENELITIAN)
1912021177-BAB 3 METODELOGI PENELITIAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (9MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN)
1912021177-BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (9MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5 PENUTUP)
1912021177-BAB 5 PENUTUP.pdf Restricted to Repository staff only Download (9MB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
1912021177-DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (9MB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
1912021177-LAMPIRAN.pdf Download (9MB) |
Abstract
Code-mixing merupakan fenomena kebahasaan yang umum terjadi dalam masyarakat multilingual, khususnya di kalangan remaja yang sering menggunakan lebih dari satu bahasa dalam komunikasi sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis code-mixing yang digunakan oleh remaja di Desa Bengkel, Kabupaten Buleleng, serta mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan code-mixing tersebut. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif dengan melibatkan lima anggota aktif Sekaa Teruna Teruni (STT) di Desa Bengkel sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui observasi, perekaman audio, dan wawancara semi-terstruktur. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman (1994), yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Untuk menjamin keabsahan temuan penelitian, digunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga jenis code-mixing yang dikemukakan oleh Muysken (2000), yaitu insertion, alternation, dan congruent lexicalization, ditemukan dalam percakapan para partisipan. Di antara ketiga jenis tersebut, insertion merupakan jenis yang paling dominan, diikuti oleh alternation dan congruent lexicalization. Penelitian ini juga menemukan bahwa penggunaan code-mixing oleh para partisipan dipengaruhi oleh lima faktor yang saling berkaitan, yaitu kebutuhan leksikal (lexical need), topik percakapan (topic of conversation), hubungan antarpartisipan (participant relationship), kebiasaan dan paparan bahasa (habit and language exposure), serta tujuan komunikatif (communicative purpose). Temuan ini menunjukkan bahwa codemixing di kalangan remaja Desa Bengkel merupakan strategi komunikasi multilingual yang alami dan sistematis, yang mencerminkan kemampuan mereka dalam memanfaatkan bahasa Bali, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris secara fleksibel sesuai dengan konteks komunikasi yang berbeda. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai praktik kebahasaan multilingual pada remaja penutur bahasa Bali serta memberikan kontribusi bagi kajian sosiolinguistik, khususnya yang berkaitan dengan fenomena code-mixing dalam masyarakat multilingual.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | code-mixing, komunikasi multilingual, remaja, sosiolinguistik, bahasa Bali |
| Subjects: | P Language and Literature > P Philology. Linguistics P Language and Literature > PL Languages and literatures of Eastern Asia, Africa, Oceania |
| Divisions: | Fakultas Bahasa dan Seni > Jurusan Bahasa Asing > Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (S1) |
| Depositing User: | Kadek Yudi Krisnayana Saputra |
| Date Deposited: | 23 Jul 2026 00:11 |
| Last Modified: | 23 Jul 2026 00:11 |
| URI: | http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/31302 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
