Pradana, Ahmad Dzunun Yubi (2026) PENGARUH KEPADATAN YANG BERBEDA TERHADAP KELULUSHIDUPAN BENIH IKAN KERAPU CANTANG (EPINEPHELUS LANCEOALUS) PADA TRANSPORTASI TERTUTUP. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA.
|
Text (COVER)
2013111003_COVER.pdf Download (3MB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
2013111003_ABSTRAK.pdf Download (265kB) |
|
|
Text (BAB I PENDAHULUAN)
2013111003_BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (BAB II KAJIAN TEORI)
2013111003_BAB II KAJIAN TEORI.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB III METODELOGI PENELITIAN)
2013111003_BAB III METODELOGI PENELITIAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN)
2013111003_BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (6MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB V PENUTUP)
2013111003_BAB V PENUTUP.pdf Restricted to Repository staff only Download (403kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
2013111003_DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (2MB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
2013111003_LAMPIRAN.pdf Download (1MB) |
Abstract
Ikan kerapu cantang merupakan komoditas perikanan yang dihasilkan dari hasil perkawinan silang antara ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) dengan ikan kerapu kertang (Epinephelus lanceolatus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepadatan benih ikan kerapu cantang (Epinephelus sp.) terhadap kelulushidupan selama transportasi tertutup. Faktor kepadatan benih merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi kelulushidupan benih ikan kerapu cantang selama transportasi tertutup. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan tiga perlakuan kepadatan benih yang berbeda, yaitu 150 ekor, 175 ekor, dan 250 ekor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan benih yang rendah (150 ekor) memiliki tingkat kelulushidupan tertinggi (97,77% ± 1,01), sedangkan kepadatan benih yang tinggi (250 ekor) memiliki tingkat kelulushidupan terendah (71,06% ± 1,00). Analisis statistik menggunakan uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (p < 0,05) antara tingkat kelulushidupan pada berbagai perlakuan kepadatan. Dengan demikian menunjukkan bahwa kepadatan benih yang optimal untuk transportasi tertutup adalah 150 ekor, sehingga dapat digunakan sebagai acuan untuk meningkatkan keberhasilan transportasi benih ikan kerapu cantang. Dengan mengetahui kepadatan benih yang optimal, industri perikanan dapat mengurangi kerugian akibat kematian benih selama transportasi dan meningkatkan efisiensi produksi. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui faktor-faktor lain yang mempengaruhi kelulushidupan benih ikan kerapu cantang selama transportasi tertutup sehingga industri perikanan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas benih ikan kerapu cantang dan memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ikan kerapu cantang, transportasi tertutup, kepadatan benih, kelulushidupan. |
| Subjects: | A General Works > AC Collections. Series. Collected works A General Works > AC Collections. Series. Collected works |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Jurusan Biologi dan Perikanan Kelautan > Program Studi Akuakultur (S1) |
| Depositing User: | A. DZUNUN YUBI PRADANA |
| Date Deposited: | 29 Jul 2026 13:26 |
| Last Modified: | 29 Jul 2026 13:26 |
| URI: | http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/31822 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
