Ramiana, I Ketut (2026) IMPLEMENTASI METODE AHP-TOPSIS DALAM PENENTUAN GLAMPING TERBAIK DI KINTAMANI. Undergraduate thesis, Universitas Pendidikan Ganesha.
|
Text (COVER)
2013101007_COVER.pdf Download (893kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
2013101007_ABSTRAK.pdf Download (134kB) |
|
|
Text (BAB I PENDAHULUAN)
2013101007-BAB I-PENDAHULUAN.pdf Download (271kB) |
|
|
Text (BAB II KAJIAN TEORI)
2013101007-BAB 2-KAJIAN TEORI.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB III METODELOGI PENELITIAN)
2013101007-BAB III-METODE PENELITIAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (529kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN)
2013101007-BAB 4-HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (714kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB V PENUTUP)
2013101007-BAB 5-PENUTUP.pdf Restricted to Repository staff only Download (175kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
2013101007_DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (213kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
2013101007-LAMPIRAN.pdf Download (1MB) |
Abstract
Banyaknya alternatif serta kriteria yang harus dipertimbangkan menjadikan penentuan glamping terbaik di kawasan Kintamani sebagai persoalan yang tidak sederhana, sehingga dibutuhkan pendekatan yang mampu menghasilkan rekomendasi akomodasi secara objektif. Kombinasi metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) diterapkan dalam studi ini untuk memperoleh hasil pemeringkatan glamping terbaik di Kintamani, sekaligus untuk menguji sensitivitas hasil pemeringkatan tersebut terhadap perubahan bobot kriteria. Sebanyak 44 glamping terdaftar di kawasan Kintamani, bersumber dari data Dinas Pariwisata Kabupaten Bangli tahun 2025, dijadikan objek dalam studi ini, dengan penilaian mengacu pada 10 kriteria yaitu harga, pemandangan/lokasi, fasilitas, kebersihan, pelayanan, keamanan, aksesibilitas, keberlanjutan, upaya keberlanjutan, dan pendidikan lingkungan. Bobot prioritas tiap kriteria ditentukan melalui metode AHP berdasarkan kuesioner perbandingan berpasangan yang diisi para ahli dari Dinas Pariwisata Kabupaten Bangli, sementara pemeringkatan glamping selanjutnya ditentukan melalui metode TOPSIS. Bobot tertinggi diperoleh kriteria keamanan sebesar 24,38%, disusul harga sebesar 18,34% dan pemandangan/lokasi sebesar 13,80%; adapun G6 dan G35 tercatat sebagai dua alternatif dengan skor preferensi tertinggi sebesar 1 sehingga ditetapkan sebagai rekomendasi glamping terbaik di Kintamani. Pada pengujian sensitivitas, harga terbukti menjadi kriteria paling sensitif terhadap perubahan bobot dengan rata-rata perubahan peringkat sebesar 3,41%, sedangkan pendidikan lingkungan menunjukkan sensitivitas terendah, yaitu 0,36%; kriteria keamanan sendiri, kendati memiliki bobot tertinggi, justru menunjukkan tingkat sensitivitas yang relatif rendah4mengindikasikan bahwa besar-kecilnya bobot suatu kriteria tidak selalu berbanding lurus dengan sensitivitasnya terhadap perubahan peringkat. Temuan ini mengonfirmasi bahwa metode kombinasi AHP3TOPSIS mampu menghasilkan rekomendasi glamping yang objektif sekaligus relatif stabil terhadap perubahan bobot kriteria.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Sistem Pendukung Keputusan, AHP, TOPSIS, Glamping, Analisis Sensitivitas, Kintamani. |
| Subjects: | Q Science > QA Mathematics Q Science > QA Mathematics > QA75 Electronic computers. Computer science |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Jurusan Matematika > Program Studi Matematika (S1) |
| Depositing User: | I Ketut Ramiana |
| Date Deposited: | 03 Aug 2026 03:52 |
| Last Modified: | 03 Aug 2026 03:52 |
| URI: | http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/31833 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
