Maryam, Devy (2026) Hubungan Durasi Penggunaan Alat Kontrasepsi Hormonal dengan Derajat Keparahan Pasien Melasma di Klinik Euderma Singaraja. Undergraduate thesis, Universitas Pendidikan Ganesha.
|
Text (COVER)
2218011039-COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
2218011039-ABSTRAK.pdf Download (232kB) |
|
|
Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
2218011039-BAB 1 PENDAHULUAN.pdf Download (145kB) |
|
|
Text (BAB 2 KAJIAN TEORI)
2218011039-BAB 2 KAJIAN TEORI.pdf Restricted to Repository staff only Download (627kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN)
2218011039-BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (291kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4 HASIL)
2218011039-BAB 4 HASIL.pdf Restricted to Repository staff only Download (335kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5 PEMBAHASAN DAN PENUTUP)
2218011039-BAB 5 PEMBAHASAN DAN PENUTUP.pdf Restricted to Repository staff only Download (160kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
2218011039-DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (291kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
2218011039-LAMPIRAN.pdf Download (1MB) |
Abstract
Melasma merupakan salah satu permasalahan pigmentasi kulit secara kronis yang ditandai dengan adanya bercak atau makula tidak beraturan berwarna coklat hingga abu-abu kecoklatan. Meskipun melasma seringkali diabaikan, melasma sendiri diketahui dapat menimbulkan perasaan malu, frustasi, serta hilangnya kepercayaan diri, mengingat sebagian besar penderitanya merupakan wanita. Melasma diketahui dapat dipicu oleh beberapa faktor, salah satunya fluktuasi hormonal yang dapat diakibatkan oleh penggunaan alat kontrasepsi hormonal yang banyak digunakan di Kabupaten Buleleng. Namun, penelitian terkait dengan hubungan penggunaan alat kontrasepsi hormonal dengan melasma masih belum banyak dilakukan di Provinsi Bali, khususnya di Kabupaten Buleleng. Penelitian yang termasuk dalam analitik observasional ini, dilakukan dengan pendekatan cross-sectional. Sejumlah 60 sampel yang diperoleh didapatkan melalui metode purposive sampling dengan mempertimbangkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang diperoleh melalui kuesioner dan diagnosis dokter spesialis terkait dianalisis secara univariat berdasarkan karakteristik sampel serta secara bivariat dengan uji korelasi rank-Spearman dengan didahului uji normalitas sebelumnya. Analisis bivariat menunjukkan nilai signifikasi (p-value) korelasi kedua variabel tersebut sebesar p <0.001 dengan nilai koefisien korelasi berada pada angka 0.522. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa durasi penggunaan alat kontrasepsi hormonal memiliki kaitan yang sedang dengan derajat keparahan pasien melasma di Klinik Euderma Singaraja.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Melasma. Alat Kontrasepsi Hormonal, Durasi, Skor MASI |
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics R Medicine > RL Dermatology |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > Program Studi Kedokteran (S1) |
| Depositing User: | Devy Maryam |
| Date Deposited: | 15 Jan 2026 00:49 |
| Last Modified: | 15 Jan 2026 00:49 |
| URI: | http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/27571 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
