HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAWAN I TAHUN 2022-2024

Ardiyanto, Muhammad Abim Aufarizqi (2026) HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAWAN I TAHUN 2022-2024. Undergraduate thesis, Universitas Pendidikan Ganesha.

[img] Text (COVER)
2218011037-COVER.pdf

Download (6MB)
[img] Text (ABSTRAK)
2218011037-ABSTRAK.pdf

Download (197kB)
[img] Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
2218011037-BAB 1 PENDAHULUAN.pdf

Download (212kB)
[img] Text (BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA)
2218011037-BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN)
2218011037-BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (367kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4 HASIL PENELITIAN)
2218011037-BAB 4 HASIL PENELITIAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (915kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 5 PEMBAHASAN PENELITIAN)
2218011037-BAB 5 PEMBAHASAN PENELITIAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (209kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN)
2218011037-BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (220kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
2218011037-DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (192kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
2218011037-LAMPIRAN.pdf

Download (9MB)

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis pada balita yang masih menjadi perhatian utama kesehatan masyarakat, khususnya di Indonesia. Salah satu faktor risiko penting yang berkontribusi terhadap kejadian stunting adalah berat badan lahir rendah (BBLR). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara berat badan lahir rendah dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Sawan I pada tahun 2022–2024. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan case control. Sampel penelitian terdiri dari 36 balita usia 0–59 bulan yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 18 balita stunting sebagai kelompok kasus dan 18 balita tidak stunting sebagai kelompok kontrol, dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh dari rekam medis dan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara berat badan lahir rendah dengan kejadian stunting (p = 0,045). Balita dengan riwayat BBLR memiliki risiko 5,2 kali lebih besar mengalami stunting dibandingkan balita dengan berat badan lahir normal. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa berat badan lahir rendah merupakan faktor risiko signifikan terhadap kejadian stunting. Oleh karena itu, upaya pencegahan stunting perlu difokuskan sejak masa kehamilan melalui pemantauan status gizi ibu dan janin secara optimal.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: stunting, case-control, BBLR, Puskesmas Sawan I
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
R Medicine > RJ Pediatrics > RJ101 Child Health. Child health services
Divisions: Fakultas Kedokteran > Program Studi Kedokteran (S1)
Depositing User: MUHAMMAD ABIM AUFARIZQI ARDIYANTO
Date Deposited: 21 Jan 2026 00:04
Last Modified: 21 Jan 2026 00:04
URI: http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/27660

Actions (login required)

View Item View Item