REPRESENTASI DISKRIMINASI TERHADAP PENYINTAS KUSTA DI JEPANG DALAM FILM SWEET BEAN

Lindayani, Luh (2026) REPRESENTASI DISKRIMINASI TERHADAP PENYINTAS KUSTA DI JEPANG DALAM FILM SWEET BEAN. Undergraduate thesis, Universitas Pendidikan Ganesha.

[img] Text (COVER)
1912061007-COVER.pdf

Download (9MB)
[img] Text (ABSTRAK)
1912061007-ABSTRAK.pdf

Download (1MB)
[img] Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
1912061007-BAB 1 PENDAHULUAN.pdf

Download (287kB)
[img] Text (BAB 2 KAJIAN TEORI)
1912061007-BAB 2 KAJIAN TEORI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (342kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3 METODELOGI PENELITIAN)
1912061007-BAB 3 METODELOGI PENELITIAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (103kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN)
1912061007-BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (528kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 5 PENUTUP)
1912061007-BAB 5 PENUTUP.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (102kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
1912061007-DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (290kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
1912061007-LAMPIRAN.pdf

Download (917kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi representasi tindak diskriminasi dan mendeskripsikan proses penerimaan penyintas kusta yang kembali ke masyarakat dalam film Sweet Bean (2015). Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif serta kartu data. Hasil analisis terhadap kartu data menunjukkan bahwa terdapat keseluruhan kategori diskriminasi berdasarkan Blank dan Dabady (2004), yaitu yaitu Intentional Explicit Discrimination, Subtle Unconscious Automatic Discrimination, Statistical Discrimination and Profiling, serta Organizational Processes. Di antara 4 kategori tersebut Organizational Processes merupakan kategori yang paling dominan. Diskriminasi ini berupa kebijakan, aturan, serta prosedur yang dilakukan oleh institusi, contohnya Undang-Undang Pencegahan kusta yang mengatur isolasi paksa. Fenomena diskriminasi terhadap kusta masih kuat dirasakan oleh para penyintas, walaupun pemerintah sudah mengumumkan bahwa mereka sudah sembuh. Tetapi di tengah sikap diskriminasi dan penolakan yang menjadi tantangan besar bagi penyintas kusta, pada film ini ditemukan proses penerimaan oleh masyarakat yang dijabarkan dengan teori interaksi simbolik Mead (1934). Pada awal film akibat dari stigma negatif kusta (mind), Tokue ditolak bekerja di toko. Tetapi, berkat potensinya dalam membuat pasta kacang (An), dirinya mulai dikenal sebagai seseorang yang terampil membuat pasta kacang (self). Perlahan dirinya diterima oleh masyarakat (society) yang ditunjukkan oleh Sentaro, Wakana, dan ketiga siswi SMP yang memakan dorayaki buatan Tokue tanpa rasa jijik ataupun tidak nyaman.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Diskriminasi, film, Sweet Bean, Penyintas Kusta, Symbolic Interaction
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: Fakultas Bahasa dan Seni > Jurusan Bahasa Asing > Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang (S1)
Depositing User: Luh Lindayani
Date Deposited: 11 Feb 2026 04:56
Last Modified: 11 Feb 2026 04:56
URI: http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/28098

Actions (login required)

View Item View Item