Prananta, Dewa Gede (2026) HUTAN DESA TENGANAN PEGRINSINGAN: KEARIFAN LOKAL PELESTARIAN AIR SEBAGAI SUMBER DAN BAHAN AJAR DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SMP NEGERI DI KABUPATEN KARANGASEM TAHUN 2025. Masters thesis, Universitas Pendidikan Ganesha.
|
Text (COVER)
2429091012-COVER.pdf Download (17MB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
2429091012-ABSTRAK.pdf Download (232kB) |
|
|
Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
2429091012-BAB 1 PENDAHULUAN.pdf Download (16MB) |
|
|
Text (BAB 2 KAJIAN TEORI)
2429091012-BAB 2 KAJIAN TEORI.pdf Restricted to Repository staff only Download (16MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3 METODELOGI PENELITIAN)
2429091012-BAB 3 METODELOGI PENELITIAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (16MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN)
2429091012-BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (16MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5 PENUTUP)
2429091012-BAB 5 PENUTUP.pdf Restricted to Repository staff only Download (16MB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
2429091012-DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (245kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
2429091012-LAMPIRAN.pdf Download (16MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kearifan lokal Desa Tenganan Pagrinsingan dalam pelestarian hutan desa dan sumber air. Penelitian ini adalah deskriftif yang bersifat kualitatif dengan melakukan pengamatan dan wawancara dengan beberapa tokoh masyarakat desa, kepala desa, kepala adat, dan masyarakat. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa masyarakat Desa Tenganan Pagrinsingan sangat memegang teguh dan menjunjung tinggi kearifan lokal yang ada terutama yang berupa ritual, mitos, dan aturan. Kearifan lokal ini yang berperan dalam menjaga kelestarian hutan desa dan sumber air. Ritual ini berbentuk Tumpek Wariga dan Metruna Nyoman. Ritual Tumpek Wariga merupakan sumbol sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada alam secara niskala atas anugerah kesuburan tanaman yang diberikan sehingga masyarakat bisa memanfaatkannya untuk bertahan hidup. Ritual Metruna Nyoman sebagai bentuk pendidikan non formal membentuk karakter generasi muda untuk mengenal desa mereka sendiri, ritual yang ada, serta yang paling penting adalah cinta dan menjaga lingkungan. Mitos yang sudah ada dari dulu yaitu Lelipi Selahan Bukit, sebagai bentuk kepercayaan penjaga hutan sehingga masyarakat tidak berani untuk melakukan hal-hal yang menyebabkan kerusakan hutan. Aturan yang berupa awig-awig desa adat yang berisi hak dan kewajiban masyarakat adat serta sangsi yang menyertai. Ini akan menjadi pengikat segala.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Kearifan Lokal, Pelestarian Air, Tenganan Pegringsingan |
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Pascasarjana > Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (S2) |
| Depositing User: | Dewa Gede Prananta |
| Date Deposited: | 24 Apr 2026 11:57 |
| Last Modified: | 24 Apr 2026 11:57 |
| URI: | http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/29048 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
