Sudarma, I Nyoman (2026) TINDAK TUTUR EKSPRESIF ANTARSAUDARA KEMBAR DALAM ANIME GOTOUBUN NO HANAYOME SEASON 2. Undergraduate thesis, Universitas Pendidikan Ganesha.
|
Text (COVER)
2212061011-COVER.pdf Download (12MB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
2212061011-ABSTRAK.pdf Download (12MB) |
|
|
Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
2212061011-BAB 1 PENDAHULUAN.pdf Download (12MB) |
|
|
Text (BAB 2 KAJIAN TEORI)
2212061011-BAB 2 KAJIAN TEORI.pdf Restricted to Repository staff only Download (12MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN)
2212061011-BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (12MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN)
2212061011-BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (12MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5 PENUTUP)
2212061011-BAB 5 PENUTUP.pdf Restricted to Repository staff only Download (12MB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
2212061011-DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (12MB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
2212061011-LAMPIRAN.pdf Download (12MB) |
Abstract
Tindak tutur ekspresif sangat dipengaruhi oleh kepribadian penutur dan dinamika hubungan sosialnya. Anime Gotoubun no Hanayome Season 2 menampilkan fenomena komunikasi yang unik di mana lima saudari kembar identik memiliki kepribadian yang sangat kontras, sehingga memicu variasi penyampaian emosi yang kompleks saat mereka berinteraksi dan menghadapi konflik bersama. Berdasarkan permasalah tersebut, penelitian ini mengkaji variasi tindak tutur ekspresif dalam interaksi antarsaudara kembar pada anime Gotoubun no Hanayome Season 2. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan jenis dan menganalisis fungsi tindak tutur ekspresif yang digunakan oleh karakter kembar Nakano dengan kepribadian yang kontras. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik, data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat dari 12 episode anime . Analisis data dilakukan dengan teori jenis tindak tutur Wijana dan teori fungsi Searle, serta dikaitkan dengan faktor sosial PDR (Power, Distance, Rank of Imposition) untuk memahami konteks situasi tutur. Hasil penelitian menunjukkan ditemukannya 38 data tindak tutur ekspresif, dengan tindak tutur langsung literal sebagai jenis yang paling dominan dan fungsi meminta maaf sebagai fungsi yang paling sering. Temuan ini mengungkapkan bahwa kesetaraan kekuasaan (power) dan dekatnya jarak sosial (distance) antarsaudara memfasilitasi penyampaian emosi secara langsung dan lugas. Namun, tingginya beban emosional (rank of imposition) saat terjadi konflik serius memengaruhi perubahan strategi komunikasi, di mana penutur cenderung menggunakan strategi tuturan yang lebih santun guna meminimalkan ancaman muka (Face-Threatening Act) dan memulihkan keharmonisan hubungan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Anime, Tindak tutur ekspresif, Gotoubun no Hanayome, Pragmatik, Saudara Kembar |
| Subjects: | P Language and Literature > P Philology. Linguistics P Language and Literature > PL Languages and literatures of Eastern Asia, Africa, Oceania P Language and Literature > PN Literature (General) |
| Divisions: | Fakultas Bahasa dan Seni > Jurusan Bahasa Asing > Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang (S1) |
| Depositing User: | I Nyoman Sudarma |
| Date Deposited: | 08 Jun 2026 00:20 |
| Last Modified: | 08 Jun 2026 00:20 |
| URI: | http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/29634 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
