Widiantini, Kadek (2026) Tradisi Mekering-Keringan dan Colek-Colekan Adeng sebagai Sarana Interaksi Sosial Masyarakat Banjar Banyuning Tengah: Potensi sebagai Sumber Belajar Sosiologi di SMA. Undergraduate thesis, Universitas Pendidikan Ganesha.
|
Text (COVER)
2214091012-COVER.pdf Download (408kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
2214091012-ABSTRAK.pdf Download (113kB) |
|
|
Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
2214091012-BAB 1 PENDAHULUAN.pdf Download (246kB) |
|
|
Text (BAB 2 KAJIAN TEORI)
2214091012-BAB 2 KAJIAN TEORI.pdf Restricted to Repository staff only Download (317kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3 METODELOGI PENELITIAN)
2214091012-BAB 3 METODELOGI PENELITIAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (190kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN)
2214091012-BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5 PENUTUP)
2214091012-BAB 5 PENUTUP.pdf Restricted to Repository staff only Download (113kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
2214091012-DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (198kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
2214091012-LAMPIRAN.pdf Download (1MB) |
Abstract
Penelitian kualitatif ini berlokasi di Banjar Adat Banyuning Tengah, Kelurahan Banyuning. Tujuan dari penelitian ini yakni: 1) untuk mendeskripsikan faktor-faktor masyarakat Banjar Adat Banyuning Tengah masih mempertahankan tradisi mekering-keringan dan colek-colekan adeng, 2) untuk mengetahui bentuk-bentuk interaksi sosial yang digunakan oleh masyarakat Banjar Adat Banyuning Tengah, dan 3) untuk mengkaji aspek-aspek yang terkandung dalam tradisi mekering-keringan dan colek-colekan adeng sebagai potensi sumber belajar sosiologi di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui tenik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi mekering-keringan dan colek-colekan adeng dilaksanakan satu tahun sekali pada puncak rangkaian upacara piodalan pura gede pemayun, tepatnya buda kliwon ugu. Di tengah perkembangan zaman, tradisi ini menghadapi berbagai pandangan stereotip karena pelaksanaannya dinilai berisiko menyebabkan cedera fisik. Meskipun demikian, masyarakat Banjar Adat Banyuning Tengah tetap mempertahankan dan melestarikan tradisi tersebut hingga saat ini. Keberlangsungan tradisi ini didukung oleh beberapa faktor, yaitu faktor religius, faktor pendidikan, faktor sosial, dan faktor budaya. Selain itu, tradisi ini juga menjadi wadah interaksi sosial di masyarakat yang bersifat asosiatif berupa kerja sama dan akomodasi, serta disosiatif berupa persaingan. Dalam kaitannya sebagai sumber belajar Sosiologi di SMA, tradisi mekering-keringan dan colek-colekan adeng relevan dijadikan sebagai sumber belajar khususnya pada materi interaksi sosial karena fenomena tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar secara kontekstual.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tradisi Mekering-keringan dan colek-colekan adeng, interaksi sosial, sumber belajar |
| Subjects: | H Social Sciences > HM Sociology L Education > LC Special aspects of education |
| Divisions: | Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial > Jurusan Sejarah Sosiologi dan Perpustakaan > Program Studi Pendidikan Sosiologi (S1) |
| Depositing User: | Kadek Widiantini |
| Date Deposited: | 02 Jul 2026 02:22 |
| Last Modified: | 02 Jul 2026 02:22 |
| URI: | http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/30412 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
