SINTESIS DAN KARAKTERISASI NANOSILIKA (SiO2) DARI PASIR TUKAD TELAGA WAJA GUNUNG AGUNG MELALUI METODE KOPRESIPITASI DENGAN VARIASI MOLARITAS NaOH

Jayanti, Ni Kadek Cinta Eka Putri (2026) SINTESIS DAN KARAKTERISASI NANOSILIKA (SiO2) DARI PASIR TUKAD TELAGA WAJA GUNUNG AGUNG MELALUI METODE KOPRESIPITASI DENGAN VARIASI MOLARITAS NaOH. Undergraduate thesis, Universitas Pendidikan Ganesha.

[img] Text (COVER)
2213021007-COVER.pdf

Download (25MB)
[img] Text (ABSTRAK)
2213021007-ABSTRAK.pdf

Download (12MB)
[img] Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
2213021007-BAB 1 PENDAHULUAN.pdf

Download (12MB)
[img] Text (BAB 2 KAJIAN TEORI)
2213021007-BAB 2 KAJIAN TEORI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (12MB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3 METODELOGI PENELITIAN)
2213021007-BAB 3 METODELOGI PENELITIAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (12MB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN)
2213021007-BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (12MB) | Request a copy
[img] Text (BAB 5 PENUTUP)
2213021007-BAB 5 PENUTUP.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (12MB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
2213021007-DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (12MB)
[img] Text (LAMPIRAN)
2213021007-LAMPIRAN.pdf

Download (12MB)

Abstract

Pasir vulkanik merupakan salah satu sumber silika alami yang berpotensi sebagai bahan baku sintesis nanosilika bernilai tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi molaritas NaOH terhadap komposisi kimia, struktur kristal, dan morfologi nanosilika yang disintesis dari pasir Tukad Telaga Waja menggunakan metode kopresipitasi. Sintesis dilakukan dengan variasi molaritas NaOH sebesar 6 M, 7 M, dan 8 M, kemudian dilanjutkan dengan proses presipitasi menggunakan HCl. Karakterisasi sampel dilakukan menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF), X-Ray Diffraction (XRD), dan Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil karakterisasi XRF menunjukkan bahwa peningkatan molaritas NaOH meningkatkan kemurnian SiO₂ nanosilika dari 96,4 wt% pada molaritas 6 M menjadi 98,9 wt% pada konsentrasi 8 M, yang mengindikasikan peningkatan efektivitas ekstraksi silika selama proses pelarutan alkali. Hasil analisis XRD menunjukkan bahwa seluruh sampel memiliki struktur amorf yang ditandai dengan broad diffraction hump pada rentang 2θ sekitar 20°–30°. Hasil pengamatan SEM menunjukkan morfologi granular tidak beraturan dengan kecenderungan aglomerasi. Analisis citra SEM menggunakan pendekatan distribusi log-normal menunjukkan bahwa estimasi ukuran domain partikel berdasarkan SEM menurun dari 8,30 nm menjadi 6,05 nm seiring dengan peningkatan molaritas NaOH. Di antara seluruh variasi yang diteliti, penggunaan NaOH 8 M menghasilkan nanosilika dengan kemurnian SiO₂ tertinggi serta estimasi ukuran domain partikel berdasarkan SEM yang paling kecil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa molaritas NaOH berperan penting dalam mengendalikan proses ekstraksi silika dan karakteristik nanosilika amorf yang dihasilkan dari pasir vulkanik lokal. Nanosilika yang diperoleh dapat dieksplorasi lebih lanjut untuk aplikasi yang memerlukan luas permukaan tinggi, seperti adsorben, penyangga katalis (catalyst support), dan bahan pengisi komposit fungsional.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: nanosilika, pasir vulkanik, kopresipitasi, NaOH, karakterisasi
Subjects: Q Science > QC Physics
Q Science > QD Chemistry
T Technology > TP Chemical technology
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Jurusan Fisika dan Pengajaran IPA > Program Studi Pendidikan Fisika (S1)
Depositing User: Ni Kadek Cinta Eka Putri Jayanti
Date Deposited: 06 Aug 2026 05:42
Last Modified: 06 Aug 2026 05:42
URI: http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/32096

Actions (login required)

View Item View Item