Paizi, Eril (2026) ETNOKIMIA BAHAN PEWARNA ALAMI PADA KAIN TENUN SESEK DESA PERINGGASELA LOMBOK TIMUR DAN INTEGRASINYA KE DALAM PEMBELAJARAN KIMIA SMA. Undergraduate thesis, Universitas Pendidikan Ganesha.
|
Text (COVER)
2213031015-COVER.pdf Download (990kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
2213031015-ABSTRAK.pdf Download (170kB) |
|
|
Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
2213031015-BAB 1 PENDAHULUAN.pdf Download (162kB) |
|
|
Text (BAB 2 KAJIAN TEORI)
2213031015-BAB 2 KAJIAN TEORI.pdf Restricted to Repository staff only Download (283kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3 METODELOGI PENELITIAN)
2213031015-BAB 3 METODELOGI PENELITIAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (186kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN)
2213031015-BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (489kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5 PENUTUP)
2213031015-BAB 5 PENUTUP.pdf Restricted to Repository staff only Download (138kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
2213031015-DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (165kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
2213031015-LAMPIRAN.pdf Download (875kB) |
Abstract
Penggunaan pewarna sintetis dalam industri tekstil menimbulkan dampak lingkungan yang serius akibat kandungan logam berat dalam limbahnya. Di sisi lain, tenun sesek Desa Peringgasela, Lombok Timur, masih mempertahankan tradisi pewarnaan alami yang menyimpan kekayaan pengetahuan etnokimia yang belum pernah dikaji dengan ilmiah secara mendalam. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi eksplorasi etnokimia pada proses pewarnaan tenun tradisional yang bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi bahan pewarna alami yang digunakan dalam tenun sesek Desa Peringgasela, (2) menganalisis proses ekstraksi, fiksasi, pewarnaan, dan pengelolaan limbah, serta (3) mengintegrasikan pengetahuan etnokimia tersebut ke dalam modul ajar kimia SMA. Hasil penelitian mengungkapkan tujuh jenis tumbuhan lokal yang dimanfaatkan sebagai sumber pewarna alami dalam tradisi tenun sesek, masing-masing menghasilkan warna yang khas. Secang (Caesalpinia sappan L.) menghasilkan warna merah, mahoni (Swietenia mahagoni) menghasilkan warna coklat, mangrove (Rhizophora sp.) menghasilkan warna coklat kemerahan, nangka (Artocarpus heterophyllus) menghasilkan warna kuning, manggis (Garcinia mangostana L.) menghasilkan warna terracotta, tarum (Indigofera tinctoria) menghasilkan warna biru indigo, serta mangga (Mangifera indica) menghasilkan warna hijau kekuningan. Proses pengambilan warna dilakukan dengan dua metode, yaitu perebusan (untuk sebagian besar bahan) dan fermentasi (khusus daun tarum). Proses fiksasi menggunakan tawas sebagai premordant dan jantung pisang sebagai biomordan alami. Pengelolaan limbah menerapkan prinsip zero waste dengan memanfaatkan sisa bahan sebagai pupuk kompos dan kayu bakar. Golongan senyawa kimia utama yang berperan sebagai kromofor meliputi flavonoid, tanin, antosianin, kuinon, dan indigoid. Seluruh pengetahuan etnokimia ini berhasil diintegrasikan ke dalam modul ajar kimia SMA berbasis kearifan lokal yang memuat konsep-konsep kimia relevan seperti laju reaksi, pembentukan senyawa kompleks, prinsip green chemistry, dan pengelolaan limbah organik.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | etnokimia, pewarna alami, tenun sesek, kearifan lokal |
| Subjects: | L Education > L Education (General) L Education > LB Theory and practice of education Q Science > Q Science (General) |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Jurusan Kimia > Program Studi Pendidikan Kimia (S1) |
| Depositing User: | ERIL PAIZI |
| Date Deposited: | 07 Aug 2026 00:54 |
| Last Modified: | 07 Aug 2026 00:54 |
| URI: | http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/32134 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
