Julia, Ni Made (2026) NUREKSAIN CAMPUR KODE SAJERONING KONTEN BABANYOLAN ARSAWIJAYA21 RING INSTAGRAM UNGGAHAN WARSA 2024. Undergraduate thesis, Universitas Pendidikan Ganesha.
|
Text (COVER)
2212051006-COVER.pdf Download (559kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
2212051006-ABSTRAK.pdf Download (9MB) |
|
|
Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
2212051006-BAB 1 PENDAHULUAN.pdf Download (9MB) |
|
|
Text (BAB 2 KAJIAN TEORI)
2212051006-BAB 2 KAJIAN TEORI.pdf Download (9MB) |
|
|
Text (BAB 3 METODELOGI PENELITIAN)
2212051006-BAB 3 METODELOGI PENELITIAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (9MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN)
2212051006- BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (9MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5 PENUTUP)
2212051006-BAB 5 PENUTUP.pdf Restricted to Repository staff only Download (9MB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
2212051006- DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (9MB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
2212051006-LAMPIRAN.pdf Download (9MB) |
Abstract
Fenomena campur kode dalam konten komedi berbahasa Bali di jagat maya muncul akibat adanya kontak antara Bahasa Bali, Bahasa Indonesia, dan bahasa asing yang dipengaruhi oleh perkembangan komunikasi digital, gaya bahasa generasi muda, serta kebutuhan penutur untuk menciptakan tuturan yang lebih komunikatif, santai, dan mudah dipahami oleh audiens. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis campur kode dan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode dalam konten komedi akun Instagram @arsawijaya21 tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data penelitian berupa tuturan yang mengandung campur kode dalam 77 video konten komedi yang diunggah selama periode Januari–Desember 2024. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan wawancara semi terstruktur, yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan tiga jenis campur kode, yaitu campur kode ke dalam, campur kode ke luar, dan campur kode campuran. Serpihan campur kode tersebut muncul pada tataran morfem, tataran kata, tataran frasa, dan tataran klausa. Bentuk yang paling dominan ialah campur kode ke dalam dan campur kode berbentuk kata. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode meliputi latar belakang kebahasaan penutur, penyesuaian bahasa dengan penonton, mempermudah penyampaian makna, perencanaan bahasa ketika membuat konten, spontanitas, serta gaya bicara dan daya tarik konten.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Campur kode, Sosiolinguistik, Konten, Media Sosial |
| Subjects: | P Language and Literature > P Philology. Linguistics |
| Divisions: | Fakultas Bahasa dan Seni > Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah > Program Studi Pendidikan Bahasa Bali (S1) |
| Depositing User: | Ni Made Julia |
| Date Deposited: | 07 Aug 2026 06:51 |
| Last Modified: | 07 Aug 2026 06:51 |
| URI: | http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/32068 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
