KAJIAN ETNOSAINS TRADISI GEBUG ENDE SERAYA DI DESA PATAS, KECAMATAN GEROKGAK DAN RELEVANSINYA PADA MATERI IPA SMP

Dewi, Kadek Ita Purnami (2026) KAJIAN ETNOSAINS TRADISI GEBUG ENDE SERAYA DI DESA PATAS, KECAMATAN GEROKGAK DAN RELEVANSINYA PADA MATERI IPA SMP. Undergraduate thesis, Universitas Pendidikan Ganesha.

[img] Text (COVER)
2213071022_COVER.pdf

Download (300kB)
[img] Text (ABSTRAK)
2213071022_ABSTRAK.pdf

Download (33MB)
[img] Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
2213071022_BAB 1 PENDAHULUAN.pdf

Download (33MB)
[img] Text (BAB II KAJIAN TEORI)
2213071022_BAB II KAJIAN TEORI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (33MB) | Request a copy
[img] Text (BAB III METODELOGI PENELITIAN)
2213071022_BAB III METODELOGI PENELITIAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (33MB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN)
2213071022_BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (33MB) | Request a copy
[img] Text (BAB V PENUTUP)
2213071022_BAB V PENUTUP.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (33MB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
2213071022_DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (33MB)
[img] Text (LAMPIRAN)
2213071022_LAMPIRAN.pdf

Download (33MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep etnosains dalam Tradisi Gebug Ende Seraya di Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, serta menganalisis relevansinya dengan materi IPA SMP. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnosains. Melalui teknik purposive sampling diperoleh subjek penelitian yang terdiri dari seniman gebug Ende, tokoh masyarakat, serta guru IPA di SMP Negeri 5 Gerokgak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi sarana, tahapan pelaksanaan tradisi, serta konsep-konsep sains yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana utama Tradisi Gebug Ende Seraya adalah Penyalin (tongkat pemukul dari rotan) dan Ende (Tameng atau alat pelindung diri). Tahapan pelaksanaannya meliputi prosesi matur piuning, persiapan alat dan busana, hingga pementasan yang dipimpin oleh saye (wasit). Kajian etnosains dalam tradisi ini menunjukkan adanya pengetahuan lokal masyarakat yang kemudian direkonstruksi menjadi konsep sains ilmiah, antara lain: getaran dan gelombang (bunyi gamelan), ekologi (bahan alami pada banten), klasifikasi makhluk hidup (sumber daya hayati alat), pengukuran (dimensi alat), tekanan zat padat (peruncingan rotan), suhu dan kalor (proses pengeringan bahan), serta gaya dan gerak (aktivitas bertarung pemain). Temuan ini menunjukkan bahwa keterkaitan konsep ilmiah didominasi oleh relevansi yang kuat dengan Capaian Pembelajaran (CP) IPA SMP Fase D pada elemen gaya, gerak, dan energi, serta didukung oleh elemen sistem organ pada manusia, sehingga tradisi ini sangat potensial diintegrasikan sebagai sumber pembelajaran yang kontekstual dan bermakna bagi siswa. Kata Kunci: Etnosains, Gebug Ende Seraya, Konsep Sains Ilmiah, Pembelajaran IPA SMP.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Etnosains, Gebug Ende Seraya, Konsep Sains Ilmiah, Pembelajaran IPA SMP.
Subjects: L Education > L Education (General)
Q Science > Q Science (General)
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Jurusan Fisika dan Pengajaran IPA > Program Studi Pendidikan IPA (S1)
Depositing User: Kadek Ita Purnami Dewi
Date Deposited: 24 Jun 2026 08:16
Last Modified: 24 Jun 2026 08:16
URI: http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/29973

Actions (login required)

View Item View Item