SASELEH WANGUN FORMAL MIWAH GUNA SARAT PANGAJAH-AJAH PAWATEKAN RING GAGURITAN TUTUR SEBUN BANGKUNG

Nugraha, Ida Bagus Wisnu Dwi (2026) SASELEH WANGUN FORMAL MIWAH GUNA SARAT PANGAJAH-AJAH PAWATEKAN RING GAGURITAN TUTUR SEBUN BANGKUNG. Undergraduate thesis, Universitas Pendidikan Ganesha.

[img] Text
2212051004-COVER.pdf

Download (917kB)
[img] Text (ABSTRAK)
2212051004-ABSTRAK.pdf

Download (16MB)
[img] Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
2212051004-BAB 1 PENDAHULUAN.pdf

Download (16MB)
[img] Text (BAB 2 KAJIAN TEORI)
2212051004-BAB 2 KAJIAN TEORI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (16MB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3 METODELOGI PENELITIAN)
2212051004-BAB 3 METODELOGI PENELITIAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (16MB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN)
2212051004-BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (16MB) | Request a copy
[img] Text (BAB 5 PENUTUP)
2212051004-BAB 5 PENUTUP.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (16MB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
2212051004-DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (16MB)
[img] Text (LAMPIRAN)
2212051004-LAMPIRAN.pdf

Download (16MB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji Gaguritan Tutur Sebun Bangkung (GTSB) sebagai salah satu karya sastra tradisional Bali yang mengandung ajaran religius, moral, dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan struktur formal yang membangun GTSB berdasarkan kode sastra, (2) mengidentifikasi paribasa yang digunakan dalam GTSB, dan (3) menganalisis nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam Gaguritan Tutur Sebun Bangkung alih aksara oleh I Wayan Djapa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi melalui teknik baca dan catat. Data dianalisis menggunakan teori kasusastraan Bali, gaguritan, filologi, strukturalisme, struktur formal, dan pendidikan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GTSB terdiri atas 435 bait. Pada kode sastra ditemukan sejumlah penyimpangan terhadap aturan padalingsa. Dalam kelebihan suku kata ditemukan 260 baris dari 165 bait, sedangkan dalam kekurangan suku kata ditemukan 253 baris dari 172 bait pada seluruh pupuh. Pada kode bahasa ditemukan beberapa jenis paribasa Bali, yaitu (1) sasenggakan, (2) sasonggan, (3) sasawangan, (4) sasimbing, (5) tetingkesan, dan (6) sasapan. Selain itu, ditemukan pula nilai-nilai pendidikan karakter dalam GTSB, yaitu (1) religius, (2) toleransi, (3) bersahabat atau komunikatif, (4) cinta damai, (5) bekerja keras dan tanggung jawab, (6) demokratis, (7) disiplin, (8) jujur, dan (9) peduli sosial. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi dengan pembelajaran berbasis karakter dan pendekatan deep learning dalam Kurikulum Merdeka. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pedoman dalam penerapan nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi sumber referensi bagi peneliti selanjutnya, pembaca, dan masyarakat Bali, serta menambah wawasan di bidang pendidikan, sastra, dan kebudayaan Bali sekaligus mendukung pelestarian sastra Bali tradisional.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Geguritan, Struktur Formal, Nilai Pendidikan Karakter
Subjects: L Education > L Education (General)
P Language and Literature > PA Classical philology
P Language and Literature > PN Literature (General)
Divisions: Fakultas Bahasa dan Seni > Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah > Program Studi Pendidikan Bahasa Bali (S1)
Depositing User: Ida Bagus Wisnu Dwi Nugraha
Date Deposited: 30 Jun 2026 02:02
Last Modified: 30 Jun 2026 02:02
URI: http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/30259

Actions (login required)

View Item View Item